politik

Ditantang Buka Data Menang 62%, BPN: Bahaya, Lawan Kami Petahana

Kamis, 25 April 2019 | 12:42 WIB
Jakarta NAWACITA - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade dan Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto diundang menjadi narasumber di acara Mata Najwa oleh salah satu televisi swasta, Rabu (24/4).

Pada tayangan tersebut, kedua nara sumber itu tampak memanas saat membahas pernyataan capres Prabowo Subianto yang berkali-kali mendeklarasi pasangan Prabowo-Sandiaga sebagai pemenang Pilpres 2019.

Hasto pun menantang Andre untuk membuka data perhitungan real count kubunya.

Hasto mengatakan, deklarasi mengklaim kemenangan di Pilpres 2019 itu bukanlah sebuah contoh yang baik. Seharusnya berbagai pihak, menurut dia, menahan diri untuk mendeklarasikan kemenangan samapai adanya pengumuman resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum).

"Kita kembalikan ke tracknya dan semua sepakat yang menentukan siapa yang menang itu KPU dan proses rekapitulasi sedang berlangsung. Menjadi bias saat ada klaim sepihak dari BPN yang menyatakan Prabowo menang, sementara quick count berbeda," ungkap Hasto.

"Kami hanya meminta hal yang sederhana, mengapa BPN tak membuka data real count yang dimiliki? Undang saja mahasiswa dan pengamat politik, cara yang simple dan kami terbuka," imbuhnya.

Sontak ucapan Hasto Kristiyanto itu membuat penonton Mata Najwa bertepuk tangan dan heboh dengan teriakan.

Tak hanya itu, Hasto Kristiyanto menuturkan, akan menerima masyarakat dengan tangan terbuka apabila datang ke tempat TKN untuk mengecek form C1 kubu Jokowi.

"Penonton yang disini besok kalau mau datang ke TKN dan PDIP untuk mengecek sistem dan form C1, silahkan," ungkap Hasto Kristiyanto.

Andre Rosiade menyatakan, deklarasi tersebut merupakan hak konstitusional Prabowo Subianto.

"Itu hak konstitusional Pak Prabowo, Yunarto Wijaya aja boleh mengumumkan," ungkap Andre Rosiade.

Menyela pernyataan Andre Rosiade, Hasto Kristiyanto menuturkan sosok presiden di Indonesia hanyalah satu.

"Presiden hanya satu pak. Bapak menyatakan Pak Prabowo itu presiden," tegas Hasto Kristiyanto.

Dijawab lagi oleh Andre.

"Ini cara otoliter. Mas Yunarto aja menyatakan Jokowi sebagai presiden," ucap Andre Rosiade.

Yunarto Wijaya pun mengungkapkan ia tak pernah menyebutkan Jokowi sebagai presiden.

"Yang anda sebutkan fitnah. Lembaga survei tak pernah mendeklarasikan dan secara ilmiah, semua lembaga membuka datanya kecuali data Kubu Pak Prabowo yang tak pernah dibuka. Anda jangan menggunakan terminologi bahaya," tegas Yunarto Wijaya.

Andre Rosiade mengemukakan, hak timnya menyatakan Prabowo Subianto sebagai pemenang Pilpres 2019 seperti apa yang dilakukan lembaga survey yang mengungkapkan quick count Jokowi lebih unggul.

"Soal nanti apakah klaim itu benar atau tidak, itu diuji di hasil KPU. Yang pasti Pak Prabowo taat konstitusi," kata Andre Rosiade.

Menanggapi pernyataan itu, Hasto Kristiyanto pun meminta kembali agar data real count kubu Prabowo Subianto dibuka.

"Anda tadi bilang Pak Prabowo boleh mendeklarasikan kemenangan, ya boleh. Tapi kita minta data real count diungkap ke publik, kenapa enggak diungkap saja?" tanya Hasto Kristiyanto.

Ditantang agar membuka data real count kubu Prabowo Subianto, Andre Rosiade menuturkan timnya belum selesai dengan data tersebut sehingga belum bisa diumumkan.

"Kami belum selesai 100 persen, nanti kami buka kalau sudah selesai. Kami sedang berjuang karena menemukan berbagai kesulitan."

"Kami bukan lawan Pak Jokowi. Pak Jokowi itu bukan capres 2014 yang sama dengan status Pak Prabowo, ini pertahana. Berbahaya loh lawannya," ungkap Andre Rosiade.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB