Jakarta NAWACITA – Masa pencoblosan usai sudah. Hitung cepat untuk memilih calon presiden 2019 hampir dari semua lembaga survei pun sudah mengarah pada capres nomor urut 01. Tinggal menunggu hitungan resmi dari KPU (komisi pemilihan umum).
Untuk memilih kader-kader partai politik yang akan menduduki kursi parlemen, berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) seusai pemungutan suara Pemilu 2019. Hasilnya, ada 9 partai politik diperkirakan lolos DPR.
Untuk diketahui, quick count atau hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel. Hasil quick count ini merupakan hasil sementara. Hingga saat ini, data terbaru masih masuk ke lembaga survei yang mengadakan quick count.
Data quick count bukan hasil resmi Pemilu 2019. Hasil resmi Pemilu menunggu penghitungan suara secara manual dari KPU.
Lembaga survei yang mengelar quick count Pileg 2019 antara lain, Litbang Kompas, Indobarometer, Charta Politika hingga LSI Denny JA, Kamis (20/4).
PDIP berada di posisi teratas. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini tak terkejar oleh partai lain. Disusul Gerinda di posisi kedua, lalu Golkar di posisi ketiga. Untuk di posisi papan tengah, 6 partai bersaing ketat. Adalah PKB, PKS, NasDem, Demokrat, PAN dan PPP.
Selain itu, partai-partai baru seperti Perindo, PSI, Berkarya, Garuda dinilai sulit menebus parliamentary threshold (PT) 4 persen. Tak hanya partai baru, partai lama seperti Hanura, PBB dan PKPI juga sulit lolos ke DPR.
Hingga pukul 05.30 WIB, jumlah suara yang masuk dari Litbang Kompas sebesar 87%, Indobarometer sebesar 91,58%, LSI Denny JA sebesar 98,35% sedangkan Charta Politika sebesar 85,2%. Berikut hasilnya: