Jakarta NAWACITA – Capres Prabowo Subianto yang meluapkan emosinya dengan menggebrak-gebrak podium saat kampanye masih menjadi pembahasan.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyoroti pernyataan Amien Rais yang menyebutkan, bahwa di dalam diri Ketua Umum Gerindra itu terdapat DNA tiga pendiri bangsa yakni Bung Karno (Sukarno), Bung Hatta (Mohammad Hatta), dan Bung Tomo (Sutomo).
TKN menyatakan tidak sepakat dengan penilaian Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais atas capres 02 Prabowo Subianto.
Diketahui, seakan memberikan pemahaman kepada publik akan karakter temperamental capres nya tersebut, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais pada kampanye capres nomor urut 02 di kota Solo jawa Tengah, kemarin Rabu (10/4), menyebutkan, bahwa pemimpin sejati memang harus marah-marah.
"Saya melihat pemimpin sejati itu harus bisa marah," kata Amien Rais.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh hanya bisa planga plongo.
Amien lalu menirukan pidato Jokowi di Yogyakarta beberapa waktu lalu, yang akan melawan fitnah yang menyerangnya.
Menurut Amien Rais, kemarahan Prabowo Subianto selama ini jelas, yakni untuk membela bangsa. Salah satunya, papar mantan ketua MPR itu, meminta aparat TNI netral dan melindungi rakyat Indonesia.
"Kalau pemimpin cuma plonga plongo, cuma ndak-nduk, (cuma bilang) aku selama 4,5 tahun aku sabar, kalau sekarang melawan," tutur Amien Rais yang disambut tawa riuh peserta kampanye.
Amien bahkan menyebutkan, bahwa di dalam diri Ketua Umum Gerindra itu terdapat DNA tiga pendiri bangsa yakni Bung Karno (Sukarno), Bung Hatta (Mohammad Hatta), dan Bung Tomo (Sutomo).
Anggota TKN Budiman Sudjatmiko mengatakan Bung Hatta sebagai salah satu tokoh yang disematkan Amien di dalam diri Prabowo tidak pernah mengumpat dan menggebrak meja.
"Bung Hatta tak pernah memukul-pukul podium, tak pernah mengumpat," ujar Budiman di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (10/4).
Pernyataan Budiman itu menyindir kerap meledak-ledaknya emosi Prabowo. Termasuk, saat berkampanye di Yogyakarta pada awal pekan ini, di hadapan publik Prabowo menggebrak-gebrak meja podium beberapa kali.
Terkait hal itu, Budiman menilai Amien terlalu mengada-ada. Ia juga meminta Amien tidak mengaitkan para pahlawan nasional untuk tokoh yang tak bisa menjadi pahlawan.
"Indonesia bangsa besar, layak mendapat penganan politik yang sehat, yang bisa dicerna. Bukan panganan yang bersifat murahan," ujar politikus PDIP tersebut.
Di sisi lain, Budiman enggan berkomentar lebih jauh soal umpatan yang diucapkan Prabowo ketika berkampanye. Ia meminta pewarta bertanya kepada psikolog atau psikiater.