politik

DPRD Surabaya: : BPBD Harus Siaga di Titik Rawan Banjir Surabaya

Kamis, 6 November 2025 | 15:49 WIB
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menyoroti masih terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kota Surabaya pada awal musim hujan tahun ini. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk lebih sigap dan responsif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Sekarang ini sudah memasuki musim hujan, dan beberapa hari terakhir kita lihat genangan muncul di mana-mana. Kami berharap BPBD mengetahui titik-titik rawan, terutama yang berpotensi terjadi bencana,” ujar Cahyo usai rapat paripurna Pemkot dan DPRD Surabaya, Kamis (6/11/2025).

Menurut Cahyo, mitigasi dan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama. Ia menegaskan, BPBD seharusnya sudah bersiap di lokasi-lokasi tertentu yang rawan banjir atau genangan, terlebih ketika cuaca ekstrem diprediksi terjadi.

“BPBD harus responsif. Ketika nanti hujan lebat turun lagi, mereka sudah siaga di spot-spot yang rawan. Jangan sampai ada warga yang celaka karena terperosok ke kubangan air yang tak terlihat,” imbuhnya.

Terkait anggaran penanganan banjir, Cahyo menjelaskan bahwa BPBD tidak berwenang secara langsung mengatasi banjir, melainkan lebih kepada penanganan dampak dan kesiapsiagaan bencana.

“Kalau soal mengatasi banjir itu bukan ranah BPBD, tapi di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Anggaran BPBD itu untuk antisipasi bencana, termasuk penanganan saat terjadi banjir,” tegasnya.

Cahyo juga mengapresiasi langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang turun langsung meninjau sejumlah titik banjir. Ia menilai, keterlibatan kepala daerah menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap permasalahan warga.

“Kita apresiasi Pak Wali Kota yang turun langsung ke lapangan. Kalau dari DPRD, nanti tergantung arahan Ketua Komisi A apakah akan ada sidak resmi. Tapi secara pribadi, anggota dewan berhak melakukan peninjauan di wilayah konstituennya,” ujarnya.

Selain persoalan banjir, Cahyo turut menyoroti tindakan vandalisme pada mural-mural kota yang sempat ramai diperbincangkan. Ia menyayangkan aksi perusakan tersebut dan berharap pelakunya tidak langsung dijerat pidana tanpa pendekatan pembinaan.

“Kami menyayangkan adanya vandalisme, apalagi terhadap mural yang dibuat dengan niat baik. Kalau ketemu pelakunya, sebaiknya diajak bicara dan dilibatkan dalam kegiatan mural. Mungkin mereka hanya butuh wadah untuk berekspresi,” kata Cahyo.

Meski begitu, Cahyo tetap menekankan pentingnya penegakan hukum apabila tindakan tersebut memenuhi unsur pidana. Namun ia lebih mengutamakan pendekatan edukatif.

“Kalau unsur pidananya jelas, tentu bisa diproses. Tapi kalau masih anak muda, lebih baik kita arahkan dan beri ruang untuk berkarya. Mereka bisa dilatih agar menjadi seniman mural, bukan pelaku vandalisme,” ujarnya.

Cahyo juga memberikan catatan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang saat musim hujan. Ia menilai, upaya perantingan pohon harus dilakukan lebih awal sebagai langkah mitigasi.

“Respon cepat DLH sangat penting. Ada pohon-pohon tinggi yang rawan tumbang ketika hujan dan angin kencang. Kami harap DLH aktif melakukan perantingan, dan warga juga bisa melapor bila melihat titik berisiko,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini