politik

Orasi di Yogyakarta Prabowo Emosi, Ini Kata PDIP

Selasa, 9 April 2019 | 09:31 WIB
Jakarta NAWACITA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menanggapi sikap calon presiden Prabowo Subianto saat berkampanye di Yogyakarta, Senin (8/4) siang.

Dalam orasinya capres nomor urut 02 tersebut melakukan aksi gebrak podium saat membahas antek asing, kekayaan Indonesia di luar negeri, serta penguasaan ekonomi yang timpang.

Menanggapi sikap Prabowo yang emosional tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan resminya menyatakan, pihaknya menilai bahwa karakter pemimpin akan ikut menentukan kultur positif dan martabat bangsa, serta peradaban yang akan dibangunnya.

Hasto juga mengaku, ia geleng-geleng kepala melihat aksi gebrak meja Prabowo.

"Dalam berbagai kampanye yang ditampilkan Pak Prabowo, PDI Perjuangan mengamati adanya persoalan serius terkait kepemimpinannya yang cenderung temperamental, keluarkan kata-kata kasar, dan ketidakpantasan etis di hadapan publik," ungkap Hasto, Selasa (9/4)

Dikatakannya, aksi gebrak podium tersebut menegaskan perbedaan mendasar antara Prabowo dengan capres besutannya Joko Widodo yang dinilainya visioner dan optimis, sehingga mampu menghasilkan kultur bangsa bergerak maju sambil mengejar prestasi.

"Sebaliknya, Pak Prabowo yang emosional dan sering keluarkan kata-kata yang tidak pantas, hadirkan ketakutan, kegelisahan akut, dan pesimisme," jelas Hasto.

"Politik adalah proses berpenghidupan kebangsaan yang seharusnya mengontestasikan hal-hal baik, dan membawa kemajuan peradaban, serta kebaikan bagi bangsa dan negara. Pilpres [2019] akhirnya menampilkan kontradiksi karakter dasar pemimpin," tutupnya.

Diketahui, pada Senin (8/4) siang kemarin, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan kampanye terbuka di di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

Capres hasil ijtima ulama itu tampak emosional saat menyampaikan pidato politiknya.
Prabowo sempat melontarkan kata 'bajingan'. Namun, sebelum itu, dia sempat meminta izin apakah boleh berbicara keras dalam orasinya.

Awalnya, Prabowo menyampaikan bahwa kondisi Indonesia sedang sakit. Dia menyebut banyak terjadi ketidakadilan.

"Ini bukan republik yang diperjuangkan oleh Bung Karno, Bung Harta, oleh Ahmad Dahlan, oleh Hasyim Asy'ari, bukan ini!" kata Prabowo.

"Ini adalah, saya tidak tahu bagaimana terjadi, segelintir orang menguasai kekayaan ratusan juta bangsa Indonesia," lanjutnya.

Prabowo kembali mengulangi pernyataannya bahwa Ibu Pertiwi sedang 'diperkosa'.

"Negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang, elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini, mereka adalah... ini boleh nggak bicara agak keras di sini, Pak?" kata Prabowo sambil menengok ke kursi di belakang keberadaan Prabowo berdiri untuk berorasi di atas panggung.

Deretan kursi itu diduduki para petinggi parpol koalisi, BPN, pendukung, dan relawan. Prabowo juga sempat bertanya kepada massa pendukungnya yang memadati stadion.

"Tinggal 10 hari lagi deh, mereka adalah 'bajingan-bajingan'," ucap Prabowo yang disambut riuh dan tepuk tangan massa.

Prabowo lantas melanjutkan orasinya yang ditujukan kepada para awak media yang datang meliput kampanye ini.

"Nanti ada yang tanya, nanti ada yang tanya, 'Prabowo, sebut dong siapa itu yang dimaksud?', 'Prabowo sebut dong', eh bener? Bener? Ini ada kamera ini, ini miliknya miliknya 'mereka' tu, halo media, halo media. Gue kasihan sama wartawannya, dia rekam lama nggak pernah ditayangkan," ujar Prabowo sambil goyang Gatotkaca.

"Lo minta gue sebut namanya satu-satu? Eh nanti gue sebut namanya lengkap dengan alamatnya. Nggak berani, kan?" sambungnya.

Prabowo yang setelah itu masih terlihat emosi, ditenangkan politisi senior PAN Amien Rais dan tokoh politik asal Yogyakarta yang ditunjuk sebagai juru kampanye nasional Syukri Fadholi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB