politik

Prabowo Akan Beri Pensiun Koruptor, TKN: Paradoks Pernyataan Sebelumnya

Senin, 8 April 2019 | 09:33 WIB
Jakarta NAWACITA – Pernyataan capres Prabowo Subianto yang akan memberi pensiun kepada koruptor menuai komentar pro kontra.

Diketahui, pada kampanye akbar dihadiri ribuan pendukung capres nomor urut 02 di stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, dalam pidatonya, Prabowo sempat mengatakan akan meminta para koruptor bertobat dan mengembalikan uang negara. Koruptor juga akan diberi dana pensiun.

"Kita akan panggil koruptor-koruptor itu, kita akan minta mereka taubat dan sadar kembalikan lah uang-uang yang kau (koruptor) curi, ya boleh kita sisikan sedikit lah, boleh nggak? Ya untuk dia pensiun, berapa, Kita tinggalin berapa," ujar Prabowo, Minggu (7/4).
Menanggapi pernyataan tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily menilai pernyataan itu bertentangan dengan pernyataan Prabowo sebelumnya, yang pernah menegaskan bahwa korupsi di Indoneia sudah stadium 4.

"Ini paradoks Prabowo. Di satu sisi dia mengatakan korupsi sudah stadium 4. Tetapi di sisi lain akan memanggil para koruptor dan dijanjikan akan diberikan dana pensiun," ujar Ace, Minggu (7/4).

Ace lalu menilai pernyataan Prabowo yang saling bertolakbelakang itu ironi dan penuh inkonsistensi.

"Bagaimana rakyat mau percaya dengan pemimpin yang pernyataannya mencla mencle seperti itu," katanya.

Selain itu, Ace juga menilai pernyataan Prabowo terkait pemberantasan korupsi selalu itu-itu saja. Tidak ada program aksi yang jelas tentang bagaimana cara pencegahan dan penanganan hukumnya.

"Alih-alih mencari cara agar pemberantasan korupsi yang ada malah mau diberikan dana pensiun," imbuhnya.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB