politik

Disebut Banyak Jin, Gondoruwo dan Hacker, Hotel Borobudur: Pernyataan Amien Rais Tidak Berdasar

Rabu, 27 Maret 2019 | 10:45 WIB
Jakarta NAWACITA– Hotel Borobudur Jakarta merasa keberatan dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN yang menyatakan bahwa Hotel Borobudur banyak Jin, Gondoruwo, serta hacker. Pihak Manajemen Hotel Borobudur mengatakan, pernyataan Amien tak berdasar.

Dalam keterangan tertulisnya Marketing Communications Manager Hotel Borobudur, Rizki Permata Sari, mengatakan, pihaknya menolak dengan tegas pernyataan Amien Rais tersebut.

"Menanggapi sejumlah pemberitaan yang beredar melalui beberapa media online mengenai pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais, bahwa di Hotel Borobudur Jakarta terdapat banyak jin, genderuwo, danhacker, kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar dan tidak dapat dibuktikan tersebut," kata Rizki, dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3/2019).

Soal rencana KPU yang dikabarkan akan menggelar tabulasi hasil Pemilu 2019, Rizki juga menyatakan pihaknya berkomitmen terbuka mengenai setiap kegiatan di hotel tersebut.

"Hotel Borobudur Jakarta sangat menghargai kesempatan untuk menanggapi pernyataan Amien Rais ini dan berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka mengenai setiap aktivitas dan peristiwa yang terjadi di Hotel Borobudur Jakarta," ujarnya.

Dalam keterangannya, Rizki juga mengutip pernyataan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait rencana tabulasi hasil Pemilu 2019 di Hotel Borobudur. Pernyataan yang dikutip itu terkait dengan pemilihan hotel yang dilakukan tanpa ada preferensi khusus.

"Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan tidak ada preferensi khusus dari KPU untuk memilih hotel saat tabulasi suara. Pada 2014, Wahyu menyebut tabulasi suara berlangsung di kantor KPU, seperti yang dikutip dari salah satu media online. 'Terkait tabulasi, ini ada Pak Sekjen, memang kita perlu ganti suasana, Pak, jangan Hotel Borobudur terus. (Tahun) 2014 tabulasi di kantor KPU. Kemudian tidak menutup kemungkinan nanti juga mudah untuk dipindah dari Hotel Borobudur,' kata Wahyu, Jumat (1/3)'," ujar Rizki.

Sebelumnya, Amien meminta penghitungan suara Pemilu 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur. Alasannya, di sana banyak jin dan genderuwo.

"Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin, banyak genderuwo di sana," kata Amien di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3).

Amien menyarankan penghitungan suara pemilu diselenggarakan di kantor KPU atau gedung DPR. Mantan Ketua MPR itu lantas berbicara soal hacker atau peretas.

"Lebih baik di KPU atau di DPR ya. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur. Saya tahu di sana ada banyak sekali hacker dan lain-lain. Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur itu," tegasnya.

Menanggapi pernyataan Amien Rais, KPU sebagai penyelenggara pemilu menegaskan rekapitulasi penghitungan suara juga tidak selalu di Borobudur.

"Tempat rekapitulasi hasil pemilu nasional Pemilu 2014 itu di kantor KPU RI, 2019 nanti pun insyaallah dilakukan di kantor KPU RI. Nggak (di Hotel Borobudur) rekapitulasi di kantor KPU RI, kan bisa dicek di Google rekapnya di mana," ujar komisioner KPU Viryan Aziz saat dihubungi.

Menurut Viryan, tidak ada masalah terkait penentuan tempat rekapitulasi hasil pemilu tersebut, karena rapat pleno penghitungan suara dilakukan secara terbuka.

KPU, kata dia, telah memutuskan akan melakukan penghitungan suara di kantor KPU, meskipun keputusan ini bukan didasari adanya tuntutan atau permintaan.

"KPU sudah memutuskan di kantor KPU RI, ini sebenarnya nggak ada masalah tempat di mana pun. Tetapi KPU membahas kemarin rapat internal, di kantor KPU. Ini tidak ada kaitannya dengan pihak yang akan minta di mana, menolak di mana ini tidak ada kaitannya," tuturnya.

 

sumber: Dtc

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB