politik

Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa Ajak Kader Bangkit

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:16 WIB
Bogor NAWACITA – Usai dikukuhkan sebagai Plt Ketua Umum PPP pada Musyawarah Kerja Nasional (MUkernas) III di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3) malam, Suharso Monoarfa mengatakan, dirinya sungguh tidak mengira akan terjadi peristiwa yang dihadapi Romahurmuziy.

"Dalam pandangan saya, Romy seperti meteor untuk menjadi calon pemimpin bangsa di kemudian hari, semua kapasitasnya ada pada beliau, bibit, bebet, bobot, tapi juga terjungkal," katanya dengan nada yang berat.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini menyatakan, bahwa PPP adalah partai dengan lambang ka'bah.

"Ka'bah letaknya di Mekkah. Mekkah itu asal katanya Bakkah yang artinya air mata. Apakah karena itu kemudian partai kita ini penuh dengan air mata?" katanya sambil mulai terisak.

Suharso mengajak seluruh jajaran struktur partai untuk melakukan introspeksi dan bangkit kembali. Menurut dia, pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019, tinggal menghitung hari. Hanya tersisa waktu 27 hari lagi.

"PPP pada era orde baru hingga awal reformasi adalah partai besar. PPP pada pemilu 2004 memperoleh 59 kursi dan berada di peringkat empat. Kenapa pada pemilu-pemilu berikutnya suara PPP dan perolehan kursi parlemen terus menurun?" kata Suharso.

"Saya ingin PPP dapat melampaui batas persyaratan parliamentary threshold 4 persen, sehingga tetap bertahan di parlemen," sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Suharso meminta seluruh jajaran DPW, DPC, hingga ke akar rumput untuk kompak, loyal, dan militan, dalam memenangkan PPP di daerah masing-masing.

Sebaga Plt ketua umum, Suharso berjanji akan bekerja keras agar PPP tetap eksis dan berada di parlemen dengan memenuhi syarat presidential threshold empat persen.

"Selama sisa waktu 27 hari ke depan, saya akan menyediakan waktu untuk keliling ke daerah di seliruh Indonesia. Saya ingin mengecek kerja, DPW dan DPC di setiap daerah," katanya.

Kebangkitan PPP, lanjut Suharso, dimulai dari militansi pemimpinnya di semua tingkatan yang kemudian ditularnya kepada seluruh kader dan simpatisan. Suharso juga mengajak para peserta Mukernas, untuk menggemakan yel-yel yang dulu pernah ada di PPP yakni ‘Yuk, coblos ka'bah’.

Dirinya mengingatkan, lambang PPP adalah ka'bah. Lambang itu, kata dia, sakral dan tidak serta-merta diperoleh dengan mudah. "Tapi, sikap kita, sering jauh dari ka'bah. Kita cuma ingat ka'bah, kalau mau sholat, mau umroh atau haji," katanya.

Menurut dia, agar PPP bangkit, maka seluruh struktur partai kader harus kompak, loyal, dan militan dalam membangun dan membesarkan partai. "Loyalitas dan militansi itu dimulai dari pemimpinnya di semua tingkatan, yang ditularkan ke para kader dan simpatisam," katanya.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB