Jakarta NAWACITA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) menyebut moderator para debat calon presiden kedua Minggu (17/2) malam kemarin sering merusak suasana. BPN menilai, moderator sering memotong pembicaraan capres. Untuk itu, BPN bakal mengevaluasi moderator agar kehadirannya tidak mengganggu acara debat yang sedang berlangsung.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan, pada konfersensi pers dengan awak media usai berlangsung debat semalam.
Ferry menyebut moderator debat capres putaran kedua sering merusak suasana berlangsungnya debat.
"Moderator yang memotong saat capres berbicara ini merusak suasana," kata Ferry di Hotel Sultan Jakarta, Minggu malam.
Ferry didampingi Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said. Menurut dia, peran moderator dalam debat perlu dievaluasi agar justru kehadirannya tidak mengganggu atau merusak suasana.
"Moderator akan kita evaluasi, komitmen dari awal moderator jangan memotong, cukup kasih kode agar irama debat berlangsung dengan baik. Bukan semata soal ketepatan waktu, cukup kasih kode," katanya.
Ia menambahkan, debat yang berlangsung adalah untuk memberikan gambaran konkret kepada masyarakat tentang pemimpin yang baik. Ia juga menggarisbawahi terkait penggunaan alat peraga tim pendukung yang masuk dalam arena debat capres.
"Tidak usah bawa alat peraga apapun. Saya pikir ke depan kita perlu 'fairness, keterbukaan, dan semangat untuk memperbaiki sehingga depan terbaik kita harapkan pada debat ketiga, keempat, kelima lebih baik," katanya.