politik

Pencipta Lagu Jogjakarta Istimewa Polisikan Pendukung Prabowo-Sandi

Rabu, 16 Januari 2019 | 08:58 WIB
Jogjakarta NAWACITA - Lagi-lagi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto –Sandiaga Uno dibuat repot oleh ulah pendukungnya. Setelah beberapa waktu lalu pendukung capres nomor urut 02 itu bikin ulah dengan mencatut foto mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko tanpa izin yang bersangkutan di Posko BPN Solo Jawa Tengah, kali ini sekelompok ibu-ibu pendukung Prabowo-Sandi di Jogjakarta mencatut lagu Jogja Istimewa untuk kepentingan kampanye.

Lagu Jogja Istimewa ciptaan musisi asal Yogyakarta, Marzuki Mohamad atau Kill the DJ tersebut dimodifikasi dan diubah liriknya untuk kepentingan kampanye politik pasangan Prabowo-Sandi. Saat ini hal tersebut ramai diperbincangkan. Pasalnya, lagu itu dicatut tanpa seizin penciptanya.

Sang pencipta lagu Jogjakarta Istimewa, Marzuki yang mengetahui lagunya dicatut seketika meradang. Dalam pernyataannya, ia mengaku tak akan pernah mengizinkan siapapun untuk menggunakan lagu Jogja Istimewa untuk kampanye politik.

“Bahwa saya tidak akan pernah memberikan izin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomor urut 01 maupun 02,” katanya.

Tak cukup sampai disitu, bahkan Marzuki juga mempolisikan pencatutan tersebut. Selasa (15/1), Marzuki mendatangi Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan pendukung paslong Prabowo-Sandiaga Uno atas pelanggaran hak cipta dan UU ITE.

Sekitar pukul 14.15 WIB, Marzuki tiba di Mapolda DIY. Sesampainya di sana, ia langsung masuk ke ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk membuat laporan polisi.

Kepada awak media, Marzuki menyampaikan dirinya tidak pernah dihubungi meminta ijin lirik lagu diubah dan digunakan kepentingan kampanye untuk mendukung Paslon Capres dan Cawapres nomor urut 2.

Dirinya baru mengetahui jika lagu "Jogja Istimewa" karyanya diganti liriknya dan di gunakan untuk kampanye mendukung Paslon Capres dan Cawapres nomor urut 2 dari sosial media.

"Sebelumnya tidak ada pihak yang menghubungi, kalaupun ada tentu tidak mungkin ini terjadi. Saya tidak akan mengizinkan lagu Jogja Istimewa untuk kampanye ya baik (digunakan) pasangan Jokowi-Amin maupun Prabowo-Sandi," tegasnya.

"Intinya saya tidak terima lagu tersebut di pakai untuk kampanye. Tetapi bahwa kasus seperti ini bukan sekali dua kali, Saya pernah mensomasi Dinas Kesenian dan Kebudayaan karena menggunakan lagu itu tanpa ijin," imbuhnya.

Menanggapi hal ini, BPN Prabowo – Sandi pun mengimbau kepada pendukungnya yang terlibat dalam video tersebut untuk meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Namun begitu, Juru bicara BPN Andre Rosiade menyebut bahwa hal itu adalah cerminan semangat relawan.

“Mungkin terlalu bersemangat, tetapi tidak melihat kondisi dulu, tidak melihat aturan dulu. Seperti di Solo, jadi yang kena protes kami (BPN Prabowo-Sandiaga). Itulah dinamikanya, begitu semangat relawan,” kata Andre dikutip dari Detik.com, Selasa (15/1).

Bila dikilas balik ke belakang, pada Pilpres periode lalu, pada 2014, pendukung Prabowo seolah mengulangi kembali kesalahan mencatut lagu orang untuk kampanye. Saat itu, musisi Ahmad Dhani pernah menggunakan lagu dari band legendaris asal Inggris, Queen, yang berjudul We Will Rock You, dan mengganti beberapa lirik lagu yang menyiratkan dukungannya pada Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Saat itu, gitaris Queen Brian May sampai angkat bicara mengenai hal itu. Ia menyebut bahwa Dhani tidak mengantongi izin darinya, hingga akhirnya, lagu tersebut ditarik dari peredaran.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB