politik

Jokowi Tegaskan Hubungan Baik dengan Anies Baswedan

Rabu, 9 Januari 2019 | 17:50 WIB
Jakarta NAWACITA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk tidak terpecah belah karena perbedaan pandangan politik dalam pemilihan bupati/wali kota, pemilihan gubernur maupun pemilihan presiden.

Hal tersebut diucapkan Presiden dalam sambutannya saat acara penyerahan sertifikat hak atas tanah di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/1).

Jokowi juga meminta masyarakat untuk tidak terbawa pengaruh dari politikus sehingga terpecah belah.

"Di majelis taklim tidak saling ngomong gara-gara Pilgub atau Pilpres. Lah itu tiap lima tahun ada terus kok," tegas Jokowi.

Dikesempatan itu, Presiden didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ia menjelaskan, hubungan baiknya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sekaligus menegaskan bahwa tidak ada masalah di antara mereka berdua.

"Orang banyak berpikir saya dengan Pak Anies itu ada masalah, padahal saya tiap hari ketemu dan guyonan bareng-bareng," kata Presiden

Kepala Negara juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari kabar bohong, fitnah, maupun hoaks.

Ditegaskannya, bahwa ia dan keluarga tidak terkait dengan PKI sebagaimana kabar bohong yang beredar di aplikasi obrolan maupun media sosial.

"Ya, inilah yang namanya media sosial yang seharusnya bermanfaat, kita mendapatkan informasi yang baik, mendapatkan informasi yang bisa mencerahkan kita. Tapi kalau yang muncul seperti tadi, itu bukan etika bangsa Indonesia," ucap Presiden.

Sebaran ujaran kebencian dan hoaks terkait isu politik melalui media sosial, dikatakan Jokowi, juga bukan cara berpolitik yang beretika.

Ia mengharapkan masyarakat untuk mengakhiri cara-cara negatif dalam berpolitik dan mulai berpikir bersama sebagai satu bangsa untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

"Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa memenangkan persaingan global," kata Presiden.

Tags

Terkini