NAWACITAPOST.COM – Menyambut Bulan Bung Karno yang jatuh setiap Juni, kader PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat, mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk mengibarkan bendera partai di kampung-kampung dan pemukiman warga. Ajakan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk penghormatan terhadap warisan ideologis Bung Karno, sekaligus konsolidasi kader di akar rumput.
“Surabaya adalah kota kelahiran Sang Putra Fajar. Sudah menjadi kewajiban kita sebagai kader untuk menghidupkan ajaran Bung Karno, terutama di bulan Juni ini yang penuh makna sejarah dan ideologi,” ujar Achmad Hidayat, Selasa (3/6).
Sebagai mantan aktivis GMNI, Achmad menekankan bahwa Bulan Bung Karno harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Ia menyebut pengibaran bendera partai sebagai “tetenger” atau penanda komitmen ideologis terhadap semangat perjuangan Bung Karno yang harus terus dikobarkan, terutama di kota tempat beliau lahir.
Baca Juga: Bulan Bung Karno, Sedulur AH Serukan Kesetiaan Ideologis untuk Megawati
“Mengibarkan bendera partai di Bulan Bung Karno adalah bentuk pengingat bahwa kita hadir dan bekerja untuk rakyat. Ini bukan sekadar rutinitas partai, tapi bagian dari komitmen ideologis yang tak boleh pudar,” tegasnya.
Achmad juga mengajak seluruh elemen partai untuk memperkuat konsolidasi baik secara struktural maupun ideologis. Ini menjadi penting menjelang Kongres Partai yang menuntut kesiapan soliditas kader di semua tingkatan.
“Konsolidasi tak cukup hanya di atas kertas. Kita harus menunjukkan bahwa kader di akar rumput siap melanjutkan perjuangan Bung Karno. Surabaya harus jadi pusat semangat nasionalisme yang menyala-nyala,” ujarnya dengan semangat.
Baca Juga: DPC PDIP Surabaya Siapkan Kader Penggerak Koperasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Tak hanya mengibarkan bendera, PDI Perjuangan Surabaya juga telah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan di Bulan Bung Karno. Di antaranya adalah kegiatan sosial, ziarah ke makam para tokoh pejuang, serta diskusi kebangsaan yang melibatkan pemuda dan mahasiswa.
Menurut Achmad, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran ideologis bagi generasi muda sekaligus memperkuat hubungan emosional partai dengan rakyat.
“Bung Karno pernah bilang, warisi apinya, jangan abunya. Maka tugas kita adalah memastikan bahwa api perjuangan itu terus menyala di kota tempat beliau dilahirkan,” pungkas Achmad. ***