NAWACITAPOST.COM — Baru saja dilantik sebagai Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk periode 2025–2028, Dimas Anggara langsung mengambil langkah konkret.
Pria yang merupakan alumni FISIPOL Universitas Negeri Surabaya (Unesa) angkatan 2010 ini menegaskan urgensi penguatan pengawasan partisipatif dan pendidikan politik warga sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengawasan demokrasi.
"Demokrasi bukan cuma soal coblosan lima tahunan, tapi soal bagaimana warga terlibat aktif mengawal proses politik secara terus-menerus," ujar Dimas dalam keterangannya, Kamis (25/4).
Dimas yang pernah menjabat sebagai Ketua GMNI Cabang Surabaya periode 2015–2017 menyoroti bahwa keterlibatan masyarakat tidak boleh berhenti pada masa kampanye atau pemungutan suara.
Menurutnya, partisipasi aktif warga harus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memahami hak politik, menyikapi informasi secara kritis, dan berani melaporkan pelanggaran jika ditemukan.
“Kita ingin masyarakat Surabaya terlibat dalam menjaga marwah demokrasi, bukan cuma saat kampanye atau pencoblosan. Tapi juga dalam keseharian – memahami hak politik, kritis terhadap informasi, dan berani melaporkan jika ada dugaan pelanggaran,” paparnya.
Untuk itu, Dimas menekankan pentingnya kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga penegak aturan pemilu, tetapi juga sebagai motor edukasi politik.
Ia mengusulkan agar pendidikan politik dilakukan melalui pendekatan berbasis komunitas, termasuk menyasar pemuda, sekolah, perguruan tinggi, hingga forum-forum tingkat RT/RW.
“Pendidikan politik ini bisa kita lakukan lewat komunitas pemuda, sekolah, perguruan tinggi, bahkan forum RT/RW. Kalau warga paham peran dan haknya, maka akan sulit bagi aktor politik nakal untuk bermain curang,” tegasnya.
Dimas juga mengajak generasi muda untuk turut mengambil bagian dalam jalur pengawasan partisipatif. Ia menyebut bahwa ruang pengawasan pemilu terbuka luas bagi masyarakat sipil, terutama mereka yang memiliki semangat untuk menjaga kualitas demokrasi.
“Demokrasi itu urusan kita semua. Kalau cuma diserahkan ke penyelenggara, tentu tidak cukup. Semakin banyak mata yang mengawasi, semakin kuat integritas pemilu kita nanti,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Dimas resmi menggantikan anggota Bawaslu Surabaya sebelumnya yang telah menyelesaikan masa tugas. Dikenal sebagai aktivis yang vokal dalam isu pendidikan politik, Dimas membawa semangat baru untuk memperkuat fungsi Bawaslu sebagai mitra rakyat dalam menjaga demokrasi yang bersih dan partisipatif. ***