"Sudah saatnya kita belajar dari pengalaman sejarah, bahwa konflik horisontal yang dipicu oleh perbedaan orientasi politik dan agama, hanya akan meninggalkan trauma dan bekas luka. Selain, merusak sendi-sendi demokrasi yang dengan susah payah kita bangun dan perjuangkan. Melalui kebersamaan dalam keberagaman inilah, kita akan senantiasa diuji, seberapa dangkal, atau seberapa dalam, komitmen kebangsaan kita, dalam menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa, di atas kepentingan pribadi dan golongan," pungkas Bamsoet.