Dalam dialog tersebut, Gibran menyatakan pentingnya mempersiapkan generasi masa depan sejak dini dengan berbagai program, termasuk pembagian susu gratis bagi pelajar dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) khusus untuk ibu dan anak.
Namun, pernyataan kontroversial Gibran menjadi perbincangan luas di media sosial ketika ia keliru menyebutkan "asam sulfat" dalam konteks pencegahan stunting. Setelah potongan video tersebut viral, Gibran akhirnya memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas kelirunya. Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah asam folat sebagai nutrisi ibu hamil untuk mencegah stunting.
Kontroversi ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang tepat dan pemahaman mendalam terkait program-program kesejahteraan anak untuk memastikan keberhasilan dan dukungan masyarakat.