"Itu sudah menjadi Komitmen Ganjar-Mahfud, dan sudah sering diangkat dalam setiap perjumpaan dengan umum maupun di kalangan pesantren," tegas Luki.
"Ini penting, karena dengan penegakan hukum yang baik, maka yang lain akan ikut menjadi baik, terutama masalah ekonomi," sebutnya.
Masih kata Luki, dirinya sengaja mengambil sisi masyarakat grassroots atau akar rumput, untuk pemenangan Ganjar-Mahfud di Jatim.
Kedepan, ia juga secara maraton akan bertemu dengan para kiai-kiai kampung di seluruh Jatim, terutama di wilayah Tapal Kuda, Mataraman, Madura dan daerah lainnya.
"Kami akan sentuh masyarakat dengan bicara dari hati ke hati. Kami harap masyarakat memilih berdasarkan hati nuraninya," ungkapnya.
Terkait minimnya baliho Ganjar-Mahfud di Jatim, Luki memastikan bahwa foto Pak Ganjar dan Pak Mahfud ada di dalam hati rakyat dan masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan itu, Luki yang baru beberapa bulan menjalani masa pensiunnya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi berita-berita yang tidak jelas sumbernya. Namun demikian, Ia tetap meminta seluruh aparatur negara dari Polri, TNI, dan ASN tetap Netral dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
"Ini yang kami angkat, karena kami ingin pilpres berlangsung kondusif. Jatim adalah battle ground dan kami optimistis menang telak di Jatim,” ucapnya, yakin.