Minggu, 19 Juli 2026

Pengamat: SBY dan AHY Jangan Intervensi Hakim Melalui Pengerahan Massa

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 14 Juni 2023 | 15:07 WIB

NAWACITApost.com, Politik - Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS melihat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali panik dalam menghadapi Peninjauan Kembali (PK) oleh Moeldoko mengenai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat. Kepanikan itu terlihat dari adanya upaya untuk mendatangkan kader Partai Demokrat dari berbagai daerah ke Jakarta untuk melakukan aksi ke Mahkamah Agung (MA).

"Selain itu, juga adanya penggalangan cap jempol darah untuk menghadapi PK di MA yang diajukan oleh Moeldoko," kata Fernando, di Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Menurut Fernando, aksi yang dilakukan tersebut sebagai bentuk ketidakpercayaan SBY dan AHY terhadap MA. Sehingga, kata dia, patut dipertanyakan juga apakah SBY melakukan sejumlah intervensi ketika menjabat sebagai Presiden RI selama 10 tahun.

"Saya yakin, MA akan memutuskan perkara PK yang diajukan oleh Moeldoko dengan mengedepankan prinsip keadilan serta manfaat bagi bangsa dan negara," kata Fernando.

Sebagai negara yang menganut trias politika, lanjut Fernando, pemerintahan di Indonesia antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif dijalankan oleh masing-masing tanpa intervensi. Karena itu, pengerahan massa yang dilakukan oleh kader Partai Demokrat dapat dimaknai sebagai bentuk intervensi ketenangan para hakim dalam mempelajari meteri perkara dan memutuskannya.

"Sebaiknya SBY dan AHY menyiapkan diri menghadapi apapun nanti keputusan para hakim agung dalam memutuskan PK mengenai KLB Partai Demokrat yang diajukan oleh Moeldoko," tandasnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini