Minggu, 19 Juli 2026

Yusuf Wanandi : SBY Pengecut Jokowi Berani dan Bernyali Besar

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 29 Mei 2023 | 16:26 WIB
Jusuf Wanandi salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies, yang biasa disingkat CSIS adalah sebuah wadah pemikir (institut penelitian) kebijakan yang bermarkas di Jakarta,  didirikan pada 1971.
Jusuf Wanandi salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies, yang biasa disingkat CSIS adalah sebuah wadah pemikir (institut penelitian) kebijakan yang bermarkas di Jakarta, didirikan pada 1971.

Jakarta, NAWACITAPOST.com – Jelang setahun SBY mengakhiri jabatan Presiden di tahun 2013 akhir. Sangat  jelas kekuatan sebagai Presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat tak lagi menjadi magnet dan daya Tarik bagi para elit partai. SBY tak berani membubarkan kelompok intoleren dan radikalisme.

Baca Juga : SBY Ngotot AHY Cawapres, Mega Pilih Kader Terbaik


Hal berbeda justru dialami Presiden Jokowi. Jokowi yang bukan ketua Umum Partai Politik, sebutannya pun petugas partai. Mampu menjadi daya tarik elit partai politk secara luar biasa.

Baca Juga : Awas Teroris NII, HTI, FPI Akan Lengserkan Jokowi Sebelum 2024


Para Ketum parpol koalisi pemerintahan non Nasdem selalu datang bila yang mengundang Jokowi.  Jokowi berhasil mengundang Ketua Umum dan Sekjen Parpol di Istana negara.

Lalu apa yang membedakan diantara keduanya. Sebelum masuk pada pernyataan tokoh Angkatan 66 Jusuf Wanandi. Rekam jejak Jokowi berani mengambil keputusan tegas untuk kepentingan rakyat banyak. Untuk hal intoleransi dan radkikalisme. Gubernur Jakarta 2012 - 2024 ini mampu membubarkan HTI dan FPI.

Hal lainnya, rival politiknya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto dirangkul dan dijadikan Menteri Pertahanan sampai sekarang.

Yang paling utama, apa yang diucapkan Jokowi untuk pembangunan rakyat, terutama infrastruktur selalu dilakukan secara cermat, teliti dan tepat waktu. Bahkan untuk proyek besar, semisal kereta cepat yang dianggap sebagian kalangan oposisi bisa mangkrak atau keberhasilannya diragukan. Toh kini (KA Cepat Jakarta  - Bandung PP) sudah berhasil melakukan serangkai uji coba. Transportasi umum berbasis LRT, MRT dan Bus Way mampu terkoneksi dengan pasti.

Di luar negeri, Jokowi sangat dihargai oleh para pemimpin dunia. Bahkan pemimpin dunia meminta untuk bertemu dengan mantan Wali Kota Solo ini.

Jadi apa yang dikatakan Jusuf Wanandi, bahwa nyali Jokowi lebih berani dari SBY, memang begitu kenyataannya.

Jokowi mengumpulkan para Ketum Parpol, karena Jokowi ingin kepastian bahwa pembangunan untuk rakyat harus terus dilaksanan dengan berkelanjutan.

Sehingga wajar, jika Jusuf Wanandi mengungkapan dalam acara Rosi di Kompas  TV, SBY pengecut, dan Jokowi pemimpin berani dan tegas.

Meminjam kalimat Adian Napitupulu, Jokowi tidak bicara besar, tetapi tindakannya sangat besar untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini