Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Jika tidak ada aral melintang Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (AU) bebas pada April 2023.
Baca Juga : SBY Cocoknya Jadi Pemilik Klub Bola Voli, Ngurusin Politik Sudahlah
Pembebasan Anas, membuat pendukung setianya melakukan berbagai cara. Pemasangan billboard bergambar AU bertulisan Tunggu Beta Bale (Tunggu Saya Kembali) di dekat rumah pribadi SBY, kawasan Cikeas, seolah ingin menyindir apa yang pernah dilakukan ayah dari AHY dan IBAS ini kepada Anas.
Anas dan pendukungnya tak akan pernah lupa, akan perlakukan SBY. Pemasangan billboard ini memuat pesan, khususnya kepada keluarga Cikeas.
Terkait hal tersebut, pengamat politik Franky Roring, ketika dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Jumat sore (17/2/2023). “Politik bukan hanya berada dalam dunia realitas tetapi juga persepsi dan opini. Dan politik itu syarat dengan simbol-simbol. Apa saja dapat dipersepsikan dan diopinikan?. Bisa diartikan pembalasan politik, bisa juga tanda perlawanan politik, namun bila semua itu disalurkan melalui mekanisme kompetisi kekuasaan yang demokratis, kenapa tidak. Sekalipun disisi lain dianggap sebagai pesan akan pembalasan dendam politik. Namun Publik harus cerdas untuk melihat inilah realitas demokrasi, bahwa setiap orang memiliki hak menggunakan politik sebagai ruang untuk memperjuangkan kepentingannya dengan cara yang rasional dan persuasif.”
Sementara menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek, tidak mengetahui siapa yang pasang billboard, nanti akan dicek, mungkin juga pendukungnya kangen Anas, jelasnya.
Yang jelas dan pasti, billboard bergambar Anas itu, mengusik ketenangan SBY dan keluarganya.
Mungkin, hanya Anas yang berani membongkar seluk beluk keluarga Cikeas kepada publik, setelah ia bebas.