Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pilpres 2014, Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK). Diperiode pertama ini, Jokowi agak kerepotan mengendalikan JK. Maklum mantan Ketua Umum Partai Golkar itu pernah menjadi wakilnya SBY di periode 2004 -2009, yang piawai menguasai seluk beluk APBN. Pasangan ini disebut sipil – sipil (JK pejabat rasa pengusaha).
Baca Juga : Moeldoko Masuk 3 Besar Capres di Musyawarah Rakyat Sumsel
Periode kedua, sebenarnya JK ingin berpasangan dengan Jokowi. Namun, itu tak terjadi,selain UU Pilpres melarang Presiden dan Wapres untuk menjabat tiga periode secara berturut-turut maupun tidak berturut-turut.
Jokowi pun rupanya agak keberatan lagi dipasangkan dengan JK. Kakek 5 cucu itu menambatkan pasangannya dengan KH Maruf Amin, terciptalah pasangan sipil - sipil (agama). Mantan Ketua Umum MUI ini dalam berbagai kesempatan, menyatakan tidak bersedia untuk dijadikan Cawapres. Padahal Maruf Amin baru satu periode menjalani jabatan sebagai Wapres.
Berarti Pilpres 2024, Jokowi dan Maruf Amin tak maju lagi dipentas politik nasional. Ada prediksi dari berbagai pengamat dan lembaga survei, Pilpres ke -13 (1955, 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997, 1999 (pemilu era reformasi), 2004, 2009, 2014, 2019, 2024 (satu tahun lagi dari sekarang), diikuti tiga (3) pasangan. Prabowo sudah pasti, Anies (masih kemungkinan), dan ada pasangan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko – Ganjar.
Pasangan Pilpres terakhir ini, menarik, karena keduanya bukan pemegang kendali utama partai politik atau dengan kata lain buka Ketum Parpol.
Kemungkinan, pasangan KSP - Gubernur Jateng, prediksinya meraih dukungan publik luar biasa Rekam jejaknya kedua dipandang bisa meneruskan program-program Jokowi.
Sehingga, bila ditarik kepada dua periode Jokowi (sipil – sipil). Pilpres 2024 ini, dugaannya Militer -Sipil.