Kamis, 4 Juni 2026

Pimpinan DPRD Surabaya Ingatkan Pemkot Tindaklanjuti Program Musrenbang

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Senin, 17 Oktober 2022 | 14:19 WIB

Surabaya NAWACITAPOST – Masa Reses IV Tahun Anggaran 2022 digelar Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti di wilayah Jambangan Gg. IV No.14, RT 04/RW 02, Kelurahan/Kecamatan Jambangan.

Pada resesnya, Reni menemukan beberapa persoalan yang menjadi kendala di masyarakat. Mulai dari saluran air yang membutuhkan pengerukan ulang, sebab kerap kali menyebabkan genangan hingga berkembangnya nyamuk dan mengganggu masyarakat.

“Tadi disampaikan oleh beberapa warga, air tidak mengalir secara deras. Sehingga di sini yang merupakan perbatasan antara RW 01 sama RW 02 masih ada banjir ketika hujan,” ungkapnya,usai reses sore.

Selain keluhan masyarakat Jambangan terkait pembangunan fisik, pihaknya akan mengecek di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya. Untuk mengetahui data-data usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Sebab, kata Reni, jauh-jauh hari masyarakat Jambang telah mengusulkan beberapa pembangunan fisik hingga fasilitas kampung melalui Musrenbang. Hingga kini, belum terealisasi dan berdampak pada masyarakat.

“Jangan sampai warga itu menjadi apatis pada Musrenbang. Ada cletukan warga itu begini ‘alah Musrenbang paling cuma usul-usul aja, tidak terealisasi’. Jadi feed back atau timbal balik dari kelurahan kepada RW yang mengusulkan itu masih kurang,” jelasnya.

Lebih jauh, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta penyelesaian persoalan sosial masyarakat, harus bisa diselesaikan oleh lurah maupun camat di Surabaya. Sebab di masing-masing wilayah kecamatan memiliki keberagaman potensi.

Untuk itu, Reni mendorong Lurah dan Camat bisa memahami wilayahnya dan karakteristik warganya. Sehingga, lurah dan camat bisa mengetahui di sisi mana yang hendak didongkrak segi pemberdayaan ekonominya melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), atau program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lainnya.

” Sehingga, lurah dan camat tahu mana yang mau di support, mana yang mau dilatih untuk anak-anak usia kerja. Terutama yang sudah lulus SMA/SMK yang tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi tidak ada aktivitas ekonomi. Dan ini ada di banyak tempat, ketika saya reses,” pungkasnya. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB