Selasa, 23 Juni 2026

Paslon Gubernur Nomor Urut 4 Dedi Mulyadi: Wilayah Cirebon Raya Angka Kemiskinan Masih Tinggi di Jabar, Ini Stategi akan Dilakukan

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 20:00 WIB
Paslon Gubernur Nomor Urut 4 Dedi Mulyadi saat menghadiri acara Pesta Rakyat yang digelar relawan sahabat Yoshua di Majalengka
Paslon Gubernur Nomor Urut 4 Dedi Mulyadi saat menghadiri acara Pesta Rakyat yang digelar relawan sahabat Yoshua di Majalengka

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Berdasarkan data BPS Tahun 2023 menunjukkan bahwa dari 27 daerah yang ada di Jabar, wilayah Cirebon Raya memiliki persentase penduduk miskin dengan mencapai lebih dari 10 persen.

Wilayah itu meliputi Kabupaten/kota Cirebon, Majalengka, Indramayu dan Kuningan masuk kategori daerah termiskin di Jawa Barat.

Dari data itu, angka kemiskinan yang berada di Kabupaten Indramayu menjadi wilayah dengan persentase penduduk termiskin tertinggi di Jabar sebanyak 12,13 persen.

Sedangkan pada urutan nomor dua dengan persentase penduduk termiskin di Jabar yaitu Kabupaten Kuningan tercatat memiliki persentase penduduk miskin kedua tertinggi sebesar 12,12 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Cirebon masuk peringkat kelima dengan persentase penduduk termiskin tertinggi se-Jabar sebesar 11,20 persen.

Begitupula dengan Kota Angin yaitu Kabupaten Majalengka berada di posisi peringkat keempat dengan persentase penduduk termiskin tertinggi se-Jabar sebesar 11,21 persen jumlah persentase penduduk miskin.

Menyikapi hal itu, calon Gubernur Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi sudah memiliki sejumlah strategi untuk menekan angka kemiskinan di Jawa Barat khususnya di Cirebon Raya.

Dedi Mulyadi menilai bahwa Cirebon Raya mayoritas warganya berprofesi petani, ia akan membenahi terlebih dahulu pada sektor pertanian. Ketika perkembangan pertanian membaik, dirinya optimis kesejahteraan masyarakat akan semakin nyata.

"Pertama, itu kan banyakan pertanian, sawah geleduk setahun sekali, jadi infrastruktur irigasinya harus segera dibenahin," ungkap Dedi saat menghadiri acara Pesta Rakyat yang digelar relawan sahabat Yoshua di Majalengka, Minggu (13/10/2024).

Tidak hanya pertanian, sektor industri juga menjadi perhatian khusus Mantan Bupati Purwakarta itu jika terpilih menjadi Gubernur Jabar. Dengan bertumbuhnya perkembangan industri di Cirebon Raya, Dedi yakin serapan tenaga kerja akan semakin bertambah.

"Yang kedua adalah serapan industri, di sini harus segera tumbuh industri yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Kemudian yang ketiganya adalah sektor-sektor jasa harus semakin berkembang sehingga kedepannya itu kalau misalnya nanti tumbuh (Bandara) Kertajati dengan baik, industri perhotelannya tumbuh, industri manufakturnya tumbuh. Maka angka kemiskinannya akan selesai," tegasnya.

Langkah selanjutnya, lanjut Mantan Anggota DPR RI, pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder baik Pemerintah Pusat, Provinsi dan juga Kabupaten Kota.

"Selain itu juga fokus program negara, pemerintah harus fokus seperti yang saya sampaikan.Jadi gini, konsepsi kedepan ada berapa sih angka kemiskinan (semisal) di Majalengka? itu akan saya bagi habis. Nanti birokrat kewajibannya apa? provinsi kewajibannya apa? pusat kewajibannya apa? sehingga konsisten pada itu, jadi nggak boleh geser-geser. Termasuk keberhasilan keluarga berencana, kan kemiskinan terjadi juga karena anaknya banyak," ungkapnya.

Adapun langkah konkrit yang disiapkan untuk upaya menekan angka kemiskinan, Dedi sudah menyiapkan sejumlah program. Mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga jaminan sistem pendidikan adalah sejumlah upaya yang dipersiapkan Dedi jika nanti terpilih menjadi Gubernur Jabar.

"Rumahnya saya perbaikin dengan standar Rp 50 juta minimal, jaringan air bersihnya saya perbaiki, anak-anaknya saya jamin pendidikannya, rumah sakitnya saya jamin, ruang lapangan kerjanya akan dibuka, kemudian orangnya harus produktif dia bisa nanam cengek, nanam cabai, nanam padi, ternak ikan, ternak kambing, ternak sapi, itu bisa selesai," pungkasnya.(Defri Ardiansyah)

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini