NAWACITAPOST.COM - Tim pemenangan Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi kotak kosong di Pilkada 2024. Mereka percaya bahwa publik akan memilih kandidat yang memiliki visi, misi, dan program kerja konkret, bukan sekadar kotak kosong.
Pilkada Surabaya adalah salah satu dari lima daerah di Jawa Timur yang memiliki calon tunggal. Empat daerah lainnya adalah Kabupaten Gresik, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Trenggalek, dan Kota Pasuruan.
Nur Syamsi, Ketua Tim Kampanye Eri-Armuji, menyatakan, "Dengan dukungan 18 atau seluruh partai politik, wajar jika kami optimistis. Selain itu, calon tunggal hampir selalu menang." Dia menambahkan bahwa hanya sekali terjadi calon tunggal kalah, yaitu di Pilkada Makassar 2018.
Sejak 2015, jumlah calon tunggal dalam Pilkada terus meningkat. Dari tiga calon tunggal pada 2015, meningkat menjadi sembilan pada 2017, 16 pada 2018, dan 25 pada 2020. Untuk Pilkada 2024, terdapat 37 calon tunggal yang berkompetisi.
Eri-Armuji berencana untuk menguatkan lima agenda transformasi pemerintahan yang telah dijalankan sejak dilantik pada 21 Februari 2021. Meskipun dalam masa kampanye yang berlangsung dari 25 September hingga 23 November 2024, Eri-Armuji harus cuti, pemerintahan kota akan dilaksanakan oleh Penjabat Sementara Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Jatim.
Nur Syamsi juga mengungkapkan salah satu agenda utama yaitu penguatan ekonomi rakyat dengan komitmen membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Misi ini juga menjadi janji Eri-Armuji dalam kontestasi sebelumnya. Pembukaan lapangan kerja direncanakan melalui investasi inklusif dan memaksimalkan aset pemerintah untuk mendukung warga.
Baca Juga: Achmad Hidayat: Eri-Armuji Akan Menang Tebal di Surabaya
Eri Cahyadi mengklaim bahwa dia telah mempermudah proses bisnis dan perizinan dengan mengintegrasikan 400 aplikasi dari berbagai organisasi perangkat daerah. Dia juga mendirikan 133 rumah padat karya yang bertujuan untuk memberdayakan 35.000 keluarga. "Program padat karya diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan angka pengangguran dan kemiskinan," ujar Eri.
Selain itu, Eri berencana untuk memanfaatkan tanah milik pemerintah yang belum terpakai untuk usaha mikro kecil (UMK), seperti kedai makanan, pencucian kendaraan, dan penjahitan. "Usaha ini akan memberikan kesempatan bagi warga yang kehilangan pekerjaan selama pandemi Covid-19 untuk mendapatkan kembali penghasilan mereka," tuturnya.
Nur Syamsi menekankan bahwa program dan kebijakan nyata yang telah diwujudkan oleh Eri-Armuji akan dikuatkan dalam kampanye untuk menarik kembali dukungan masyarakat. "Kotak kosong tidak menawarkan visi, misi, dan program apa pun," imbuhnya.
Baca Juga: Armuji Kampanye Maraton, Warga Kenang Sosok Risma
Eri-Armuji, yang lebih dikenal sebagai Erji, memiliki visi "Transformasi Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan," dengan tujuh misi yang mencakup pengembangan sektor ekonomi, penciptaan sumber daya manusia unggul, dan peningkatan pelayanan publik. ***
Artikel Terkait
Tegaskan Pilkada Damai, Firhando Gumelar: Black Campaign Tak Perlu Dibalas, Biarkan Publik Menilai
Armuji Ajak Warga Tambak Dukuh Lawan Kotak Kosong
Armuji Kampanye Maraton, Warga Kenang Sosok Risma
Risma Siapkan Program SMA/SMK dan Sekolah Agama Gratis!
Aliansi Relawan Surabaya: Memilih Kotak Kosong Penting untuk Menjaga Marwah Demokrasi