Baca Juga : Ade Armando : Amien Rais, Riezieq Shihab, dan Din Syamsuddin Bertanggungjawab Atas Terorisme (Bag. 1)
PARA JIHADIS itu bukan orang gila atau terganggu kejiwaannya, mereka bukan orang frustasi, karena misalnya kesulitan ekonomi kemudian nekad membunuh orang. Banyak studi menunjukan bahwa para pelaku teror adalah mereka yang stabil secara piskologis memiliki hubungan baik dengan lingkungan, dan berkomitmen pada apa yang mereka perjuangkan, para jihadis itu percaya, bahwa mereka melakukan tindakan itu untuk alasan rasional, untuk sesuatu yang sangat luhur, karena itulah menurut saya, para pelaku teror itu adalah korban.
Baca Juga : Aksi Bom Bunuh Diri Di Katedral Makasar Diduga Jaringan JAD Berafiliasi ISIS, Berikut Pola Kerjanya
Para jihadis itu hanyalah korban yang tertipu oleh kebohongan yang diciptakan. Terorisme itu hanya bentuk ekstrim. Mereka adalah orang-orang yang percaya, bahwa mereka sedang berperang. Mereka adalah orang-orang yang percaya bahwa TNI, Polri, Pemerintah, Non Muslim, bahkan Muslim, yang tidak sejalan dengan mereka adalah musuh, dan bukan sekedar musuh, melainkan musuh yang harus diperangi.
Kalau perlu dibunuh karena itulah saya menganggap kaum penjahat sesungguhnya adalah mereka terus menerus memompakan kebencian ke benak umat Islam bahwa di Indonesia umat Islam dizolimi oleh pemerintah kafir. Orang seperti Amien Rais, Riezieq Shihab, dan Din Syamsuddin adalah orang-orang yang bertanggungjawab atas terorisme.
Ade Armando. foto tangkapan layar Chanel Youtube Cokro TV
Mereka tentu bukanlah orang memerintahkan bom bunuh diri. Tetapi mereka yang membangun narasi bahwa umat Islam di Indonesia dibawah penindasan dan kezaliman.
Jika saja kondisi Indonesia saat ini sama dengan kondisi orde baru dimana Soeharto memerintahkan militer untuk membantai warga sipil di Tanjung Priuk, misalnya seruan bahwa umat Islam harus bergerak melawan tidaklah mengada-ngada atau di Palestina seruan melakukan aksi bunuh diri melawan Israel yang memang menindas selama berpuluh tahun bisalah diterima, tapi di Indonesia? Apa penindasan umat Islam yang berlangsung sehingga para jihadis merasa bahwa mereka berkewajiban membunuhi non muslim dengan mengorbankan nyawa mereka semua itu omong kosong.
Tapi masalahnya ada banyak pemuka Islam yang terus membangun narasi kita lawan mereka, hal ini bahkan diajarkan di sekolah-sekolah dasar, menengah sampai univeristias dan terus diinjeksikan di pengajian masjid dan di mimbar jumat tabliq akbar, dan juga di media sosial dan internet. Bahkan secara menjijikan orang seperti Anies Baswedan memanfaatkan sentimen keagamaan untuk tujuan sempit menggulingkan Ahok dan menjadikan dirinya Gubernur.
Terkait aksi bom bunuh diri Makassar, ada pembelaan yang mengatakan bahwa itu adalah rekayasa pemerintah untuk menyudutkan umat Islam. Ada juga yang menuduh ini adalah bentukan pengalihan isu dari tuntutan pengadilan Ham terhadap polisi yang menewaskan para anggota FPI. Pembelaan semacam ini tentu saja mengada-ngada.