Surabaya NAWACITAPOST - Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Surabaya, secara aklamasi menetapkan kembali Musyafak Rouf sebagai Ketua Tanfidz (ketua DPC) periode 2021-2026, Minggu (7/3/21) siang.
Dalam agenda yang dihadiri Wali kota Surabaya Eri Cahyadi tersebut, seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Surabaya melalui perwakilannya menyatakan dukungan terhadap keputusan DPP tersebut dan siap berkoordinasi untuk kemajuan PKB Surabaya kedepan.
Sebagai ketua terpilih, Cak Syafak sapaan Musyafak Rouf merasa harus realistis dan bergerak cepat mengingat ada ide penambahan Dapil (Daerah Pilihan) di Pemilu Legislatif kota Surabaya kedepannya.
" Pemilu yang akan datang bisa jadi ada tujuh dapil. Sepertinya dapil 3 dan 5 akan dipecah karena pemilih di Surabaya semakin besar. Maka dari itu, kita akan optimalkan perolehan kursi nanti dari 5 menjadi 10-12 kursi," terang kepada Nawacitapost usai gelaran Muscab.
Baca juga : Hadiri Muscab, Eri Cahyadi Berganti Kopiah PKB
PKB, menurut Syafak memang tidak ikut mengusulkan, namun setelah diadakan simulasi dirinya mengaku lebih setuju dengan adanya pemekaran Dapil.
" Karena memang tidak logis bila satu dapil ada tujuh kecamatan di Dapil 3 dan sembilan kecamatan di Dapil 5," jelas Musyafak.
Selain tak logis, Syafak menilai juga tidak efektif dalam keterwakilannya.
Agar PKB Surabaya semakin progresif, Syafak mengaku sudah mulai banyak menggaet para milenial karena secara perhitungan, pemilih PKB masih pada posisi usia diatas 35 tahun. Dalam arti selama ini pemilih milenial berusia 20-30 tahun sangat minim di PKB.
" Ini penting untuk dilakukan, anak anak muda akan banyak kita rekrut menjadi pengurus PKB Surabaya baik ranting, PAC maupun di DPC," katanya.
Musyafak Rouf ketua Dewan Tanfidz (DPC) kota Surabaya periode 2021-2026 bersama Ketua Dewan Syuro terpilih KH Mas Yusuf Muhajir
Mengenai perbedaan pandangan politik dengan pihak Pemerintah kota saat ini, Musyafak mengira saat ini sudah tidak ada kelompok satu ataupun dua, tetapi bagaimana seluruh partai dan Walikota yang jadi adalah memikirkan Surabaya kedepan.
" Mungkin saat ini akan lain dengan masa bu Risma, karena kultur dari pak Eri dengan kita (PKB, red) sangat ketemu. Kalau bu Risma, jangankan ngundang, menyapa saja tidak pernah sampai saya menjabat beberapa tahun sebagai anggota DPRD Surabaya. Ini baru seminggu dan kita undang, mas Eri datang meski hanya pakai WA (Whatsapp)," ujar ketua DPRD Surabaya periode 2004-2009 ini.
Terkait ajakan bersinergi oleh Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Musyafak mengaku menerima karena memang bisa dalam banyak hal, bisa ditingkat elit, Pemerintahan maupun akar rumput. Namun bukan berarti menuruti semua kehendak Pemerintah.
" Bersinergi, bukan berarti kita Mbebek i (mengekor, red) atau hanya sebagai tukang palu, karena saat ini era keterbukaan media dan informasi," tandas Musyafak.
Berikut susunan pengurus inti DPC PKB kota Surabaya :
- Ketua Dewan Syuro : KH Mas Yusuf Muhajir
- Ketua Dewan Tanfidz (Ketua DPC) : Musyafak Rouf
- Sekretaris Dewan Tanfidz : Mazlan Mansyur
- Bendahara Dewan Tanfidz : Laila Mufidah
(BNW)