Kamis, 4 Juni 2026

HRS Tiba Di Indonesia, Bukti Jokowi Bukan Pendendam

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 10 November 2020 | 13:39 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Dua tahun lebih bermukim di Arab Saudi. Bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 Nopember 2020. Habib Riezieq Shihab tiba di tanah air. Begitu sampai di bandara Soekarno Hatta (Soetta) para penjemput sudah menyemut di sekitar bandara.

Baca Juga : HRS Pulang, Gatot Penyandang Dananya?


Kemudian, HRS langsung menuju ke tempat kediamannya di Petamburan, Jakarta. Konvoi pun beriringan. Di rumah pribadinya itu. Massa sudah menunggu kedatangannya.

Media pun perlahan mulai memberitakan kedatangan HRS di Indonesia. Sorotannya tentu sudah pasti pada sosok HRS, dan massa yang menyemutnya. Selain itu mungkin protokol kesehatan yang berkerumum dan tidak menggunakan masker.

Padahal, lepas dari hal penjemputan HRS tersebut. Presiden Jokowi turut andil juga. Kok bisa? Ya setelah dengarkabarnya HRS akan di deportasi dari Arab Saudi. Tentu harus di ‘dikirim’ ken negara asalnya. HRS adalah masih warga negara Indonesia. Paspornya pun tertulis demikian. Bisa saja Jokowi sebagai Presiden menolaknya. Namun itu tak dilakukannya.

Massa Pro HRS Di Gerbang Soetta di Jaga Aparat Keamanan, Selasa (10/11/2020)

Sekitaran ring satu  presiden ke 7 yang masih aktif menjabat  ini, mungkin membisikan info beragam. Ada yang berkata jangan, tapi mungkin juga ada yang berkata ya. Yang jelas, keputusannya ada di tangan Jokowi sebagai orang nomor satu Indonesia.

Jokowi pun mengambil keputusan boleh. Info tersebut kemudian diteruskan, dan sampai di kedutaan Indonesia untuk Arab Saudi. Berbekal info itu, Kedutaan Indonesia dan otoritas Arab Saudi mengijinkan HRS pulang ke Indonesia.

Setelah menempuh perjalanan 12 jam lamanya. Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV816  yang ditumpangi HRS mendarat di Bandara Soetta pukul 08.39 WIB, Selasa (10/11/2020).

Bisa aja  orang menyebutnya. Karena HRS ingin pulang ke Indonesia sudah waktunya dan sebagainya.

Ini membuktikan kebersaran seorang Jokowi. Walaupun dihina, dicaci dan dianggap planga plongo. Kakek Jan Ethes, Sedah Mirah Nasution, La Lembah Manah dan Panembahan Al Nahyan Nasution ini telah membuktikan bahwa walaupun masih ingat bagaimana FPI bersama HRS kala itu berdemo menuntut kepada Jokowi harus melaksanakan tuntutannya.

Jokowi tetap taat pada konstitusi. Tak mau terbawa arus. Apalagi menuruti desakan konstituen. Hal itu, tak pernah dituruti.

Masih ingat, bagaimana perlakuan FPI bersama HRS terhadap Ahok (teman dekat Jokowi). Ahok mendekam di penjara,  salah satunya karena desakan mereka ini juga. Namun, Jokowi tak pernah dendam. Bukan hanya kepada FPI. Melainkan kepada siapa saja. Bagi ayah dari Gibran Rakabuming Raka berteman itu kepada siapa saja. Namun itu harus ada rambu-rambu konstitusinya.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB