Baca Juga : Presiden Lantik Kompolnas Periode 2020 -2024, Mafud MD Nakhodanya
Pria kelahiran Sampang Madura 13 Mei 1957. Saat lulus dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tahun 1983, Mafud langsung menjadi dosen muda di almamaternya dengan kajian ilmu Hukum Tatat Negara.
Pengenalannya dengan (alm) Gus Dur dimulai sejak suami dari Zaizatun Nihayati atau Yatie mengundang mantan Ketua Umum PBNU ini menjadi pembicara diskusi di kampus UII. Dan menemani suami dari Hj. Sinta Nuriyah Wahid makan di warung kaki lima usai acara diskusi tersebut.
Kedekatannya dengan ayah dari Yenny Wahid ini sempat putus selama 16 tahun (1983 -1999). Tersambung kembali, ketika mantan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa ini menjadi Presiden keempat RI, dan menunjuknya menjadi Menteri Pertahanan dan Menteri Kehakiman (1999 -2001). Tahun 2004 – 2008 sebagai anggota DPR, 2008 – 2013 terpilih menjadi Ketua Mahkamah Kontitusi (MK).
Prabowo dan Mafud MD
Saat Prabowo menjadi Capres 2014, ayah dari Mohammad Ikhwan Zein, Vina Amalia, dan Royhan Akbar ini di dapuk sebagai Ketua Tim Sukses pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Kemudian tahun 2019 – 2024 dipercaya Presiden Jokowi sebagai Menkopolhukam.
Terkait dengan penunjukan, sikap dan nasehat. Profesor (41) di tahun 1999 ini punya cerita tentang penunjukan sebagai Menteri Pertahanan di era Gus Dur. Sempat bertanya beberapa kali kepada ayah dari Inayah Wulandari atau Inayah Wahid bahwa dirinya bukan Menjadi Menteri Pertanahan tapi maksudnya mungkin Menteri Pertanahan. Namun ayah dari Alissa Qotrunnada tetap pada pendiriannya tetap mendapuknya sebagai Menteri Pertahanan. Sempat ragu dan trauma karena dulu pernah takut dengan tentara.
Pertanyaannya adalah dirinya mampu memimpin Jenderal bintang empat dan tiga di 3 matra (AD, AL dan AU) di kantor Kementerian Pertahanan. Ternyata keraguan dan traumanya sirna setelah bertemu dengan para Jenderal. Mereka (Jenderal) ini patuh, taat dan loyal pada tugas serta pengabdiannya.
Kemudian saat menjadi Ketua MK. Dia berpesan kepada Vina Amalia yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga untuk tidak menceritakan tentang posisi jabatan dirinya tersebut. Anak keduanya ini sempat di kira anak tak mampu dan diberi susu oleh dosennya bernama Chairul.
Kemudian Mafud MD mengundang Chairul untuk makan malam dan menceritakan kepada dosen anaknya itu bahwa Vina adalah anaknya. Sempat malu dan minta maaf, Chairul kepadanya. Dan kisah itu menjadi kenangan yang tak terlupakan lulusan Fakultas kedokteran Unair tahun 2012 bersama ayahnya.
Sikap tak mendendam dan tak sakit hati tetap melekat pada dirinya. Ketika namanya muncul menjadi pendamping Jokowi sebagai Cawapres yang berinisal huruf M dari dua M lainnya. Karena halangan dari parpol pengusung Jokowi namanya terdepak secara politis. Akhirnya Maruf Amin yang menjadi pendamping Jokowi.
Namun sikapnya mendukung Jokowi tetap dilaksanakan walaupun tak menempati calon nomor dua Indonesia. Syaratnya tak menjadi Ketua Tim Sukses suami dari Iriana dan suami dari Wury Estu Handayani. Pasalnya saat 2014 dia pernah menjadi posisi yang sama di pasangan Prabowo dan Besan SBY.
-
Bahkan penunjukan Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Hukum dan HAM atau Menkopolhukam. Ternyata kakek dari Jan Ethes ini menunjuknya sebagai Menkopolhukam. Bahkan Prabowo ikut senang dan memberi hormat kepada Kakek dari Irada Savinova dan Majda Elya Shakira.
Dihormati lawan apalagi kawan menjadi modal pengajar di 40 Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri ini pantas dan layak digadang-gadang oleh sekelompok elit dan akdemisi serta kelas menengah menjadipasangan Prabowo sebagai Cawapres. Karena kakek dari Didit Prabowo ini membutuhkan orang yang tegas dan cepat bertindak.Serta paham dan menguasai tentang peraturan hukum secara teori dan praktek.
Santri kesayangan (alm) Gus Dur ini terkenal dengan ke-Bhinekaan Tunggal Ika dan anti radikalisme. Serta pernyataa yang menarik dan perlu dicermati oleh komponen anak bangsa soal pemimpin itu harus adil. Dan pemimpin yang adil itu terserah agama, suku, maupun latar belakangnya dari mana. Hal ini bisa menjadikan negara semakin kuat dan maju.