NAWACITAPOST.COM – Wajah-wajah cerah menghiasi kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Jumat (9/5/2025). Setelah lima bulan penantian, gaji belasan staf akhirnya dibayarkan penuh.
“Alhamdulillah... Gaji kami yang sempat tertunda lima bulan terbayarkan,” ujar Noval, salah satu staf DPC. Ia mengaku lega karena bisa kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Lega, bisa untuk memenuhi kebutuhan kita yang sempat tertunda,” tambahnya.
Total ada 15 orang yang bekerja di kantor DPC PDIP Surabaya, terdiri dari 13 staf administrasi dan 2 petugas kebersihan. Para staf ini sebelumnya terus menunjukkan komitmen bekerja meski gaji belum dibayar selama berbulan-bulan.
Baca Juga: Kader senior PDIP sambut baik penyegaran DPC Surabaya
Salah satu pengurus DPC yang turut menyaksikan proses pembayaran menyampaikan bahwa pelunasan gaji ini merupakan bagian dari upaya penyelesaian persoalan internal partai. Ia juga menambahkan bahwa saat ini kantor DPC kembali berbenah demi meningkatkan semangat gotong royong di antara kader.
“Perlahan kami bereskan semua persoalan yang ada. Sekarang kami bahkan menyediakan makan siang gratis setiap hari untuk para kader yang datang ke kantor. Suasananya jadi hangat dan lebih akrab,” ujarnya tanpa menyebutkan nama.
"Pembayaran gaji ini tidak hanya mengobati kelelahan finansial staf, tapi juga menjadi momentum baru untuk memperkuat solidaritas internal partai di tingkat kota," tambahnya.
Baca Juga: Suasana Baru di DPC PDIP Surabaya: Ada Makan Siang, Temuan Rahang Babi hingga Optimisme Kader
Perubahan suasana ini juga dirasakan langsung oleh para kader. Mamik, salah satu kader perempuan yang siang itu mampir ke kantor DPC, mengaku senang dengan iklim yang semakin terbuka dan penuh kekeluargaan.
“Suasananya sekarang berbeda, akrab dan kami disiapkan makan siang. Rasanya seperti rumah sendiri,” ujar Mamik sambil tersenyum.
Kantor DPC PDIP Surabaya yang berlokasi di seberang Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini menjadi tempat berkumpulnya kader dari berbagai kalangan. Tampak para kader muda hingga yang senior berbincang serius tapi santai tanpa sekat, membahas beberapa permasalahan kota di ruang sekretariat. ***