pendidikan

Misteri Anggaran Miliaran Padangsidimpuan—Uang Pusat Cair, Mengapa Siswa Belajar di "Gedung Maut"?

Senin, 8 Juni 2026 | 09:41 WIB

NAWACITAPOST.COM — Sebuah ironi hebat nan memilukan mencoreng wajah dunia pendidikan di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Di saat Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto jor-joran menggelontorkan anggaran pendidikan hingga ke pelosok negeri, potret buram justru terekam jelas oleh tim awak media Nawacitapost.com pada Sabtu (6/6/2026).

Bukan sekadar fasilitas yang minim, sebuah Sekolah Dasar (SD) terpencil yang tak jauh dari pusat pemerintahan kota ditemukan dalam kondisi sekarat—nyaris roboh, berdebu, dan mengancam nyawa puluhan anak bangsa yang belajar di dalamnya.

Ruang Kelas Berlantai Tanah, Atap Bocor, dan Dinding yang Terbelah

Niat menuntut ilmu berubah menjadi taruhan nyawa setiap harinya. Sekolah yang menginduk pada sekolah utama di tengah kota ini kondisinya sungguh di luar batas kewajaran.

Baca Juga: Ke mana Mengalirnya Dana Hibah dan PIP Padangsidimpuan? KPK dan Kejagung Didesak Turun Tangan!

  • Dinding Retak dan Bolong: Struktur bangunan rawan runtuh dan menyisakan lubang besar.

  • Atap Bocor Massal: Saat hujan turun, proses belajar-mengajar langsung lumpuh. Siswa harus diungsikan ke sudut yang aman agar tidak basah kuyup.

  • Lantai Tanah dan Berdebu: Jauh dari kata higienis; becek saat hujan dan berdebu saat kemarau.

"Kami takut bangunan ini roboh dan menimpa anak-anak kami. Sudah bertahun-tahun kami mengadu, tapi jawabannya selalu 'nanti'. Kami lihat di TV, Presiden Prabowo kasih anggaran besar sampai ke desa. Tapi kenapa di sini tidak ada tanda-tanda perbaikan?" ucap salah satu orang tua murid dengan mata berkaca-kaca menahan tangis dan amarah.

Paradoks Anggaran: Ke Mana Larinya Miliaran Rupiah Dana Pendidikan?

Fakta lapangan ini memicu sebuah pertanyaan besar yang mengerucut pada dugaan mega skandal korupsi atau pengalihan anggaran di tingkat daerah.

Secara nasional, alokasi Dana BOS, Program Indonesia Pintar (PIP), hingga Hibah Daerah yang mengalir ke Kas Daerah Padangsidimpuan bernilai puluhan miliar rupiah. Namun, realita di sekolah terpencil ini berbanding terbalik 180 derajat.

Tim Investigasi menduga kuat telah terjadi rekayasa data dan manipulasi laporan (fraud) oleh oknum-oknum dinas terkait. Ada indikasi bahwa pihak dinas hanya melaporkan sekolah induk yang berada di dekat kantor dinas agar terlihat "sempurna" di mata pusat, sementara data sekolah cabang yang rusak parah ini sengaja "dikubur" dan dihapus dari daftar prioritas demi mengamankan sisa anggaran.

Baca Juga: Sengkarut 10 Ribu Hektare Lahan, PTPN Regional I Unit VII Terancam Digulung Gugatan Masyarakat Adat!

Hak Guru Diduga "Lenyap" dan Akses Jalan bak Kubangan

Penderitaan di wilayah terpencil ini ternyata tidak berhenti pada bangunan sekolah yang rusak. Investigasi lebih dalam mengungkap dua borok lainnya:

  1. Penyanderaan Hak Guru: Para guru yang menjadi garda terdepan di sekolah ini diduga sengaja ditelantarkan. Honor mereka kerap terlambat, tidak jelas sumber pendanaannya, dan berada jauh di bawah standar kelayakan.

Halaman:

Tags

Terkini