pemilu

Saat Pilpres 2009, Pengamat Politik M Qodari : Prabowo Minta Puan jadi Cawapresnya, Megawati Katakan Belum Cukup

Selasa, 31 Oktober 2023 | 22:37 WIB
Pengamat Politik yang juga pendiri Indo Barometer, M. Qodari. Foto : Tangkapan layar sebuah chanel YouTube, belum lama berselang.


NAWACITApost.com - "Saya Salut dengan Bu Mega (baca : Ketum PDIP), yang percaya kepada proses politik. Implementasinya salah satu yang paling nyata itu ada pada anaknya sendiri yaitu mbak Puan Maharani (anak kandungnya Ketum PDIP), itu mungkin nggak banyak yang tahu tahun 2009 itu sudah diminta oleh Pak Prabowo jadi calon wakil presidennya Pak Prabowo," jelas pengamat politik yang juga pendiri dan Direktur Indo Barometer M. Qodari dalam salah satu tayangan di chanel YouTube podcast belum lama berselang.





Lebih lanjut, Qodari menyatakan dengan tegas. "Saya ulang ya, tahun 2009 Pak Prabowo minta Mbak Puan jadi calon wakil presiden tapi entah kenapa belum dikasih sama Bu Mega. Ini dugaan atau asumsi saya, bu Mega melihat bahwa perjalanan politik proses politik pengalaman politik yang dilalui oleh mbak Puan itu, katakanlah belum cukup untuk maju sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan Pak Prabowo,' tandasnya.





Sehingga Mbak Puan ditempa lagi. Qodari menuturkan, perjalanan Mbak Puan kemudian ditempa, mulai dari menjadi Menteri kemudian jadi ketua DPR, terus ketua bidang politik di PDIP. Jadi memang, ini proses dan perjalanan dengan garis nasib dan nasab yang beliau lalui. Qodari harus bersyukur, siapapun ya pada Jabatan itu (Cawapres). Posisi itu memang harus punya kematangan emosi, kematangan politik untuk menjadi seorang pemimpin, akan celaka kalau kita sebagai sebuah negara dan bangsa, Kalau pimpinan partai politik, pimpinan pemerintahan itu tidak punya perspektif, pengalaman dan wawasan yang cukup. Yang paling penting dari seorang pemimpin adalah kemampuan berkomunikasi dengan pemimpin-pemimpin yang lain, dan Mbak Puan melakukan itu, pungkas Qodari.


Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB