NAWACITAPOST.COM - Crazy rich Surabaya, Tom Liwafa, bernama lengkap Arizal Tom Liwafa, dipastikan bakal lolos dan 1 Oktober nanti dilantik menjadi anggota DPR RI.
Diketahui, pengusaha muda ini maju menjadi Caleg DPR RI dapil Jatim 1 dari partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 2.
Dalam rapat pleno rekapitulasi suara di tingkat KPU Kota Surabaya, Tom perkasa mengungguli seniornya di partai yang sama, Sungkono petahana DPR RI.
Baca Juga: Putra Wawali Surabaya, Arjuna Rizki Dwi Krisnayana dipastikan menduduki Kursi Yos Sudarso
Tom Liwafa berhasil meraih 69.196 suara, tipis meninggalkan Sungkono nomor urut 1 yang merupakan petahana dengan perolehan suara hanya 66020 suara. Sementara Total suara Partai dan Caleg sebanyak 249.200 suara
Yang menarik, saat rapat pleno terakhir rekapitulasi perolehan suara di Kantor KPU Kota Surabaya, terdapat aksi interupsi dan protes protes keras dari Saksi Partai Partai Ummat terkait perselisihan suara di PAN.
Baca Juga: Penggelembungan Suara di Dapil 3 Surabaya, AH Thony: Periksa PPK, Panwas dan Caleg terlibat!
Saksi yang mengaku bernama Andri ini memprotes adanya pergeseran ribuan suara di pihak PAN disetiap TPS. Untuk itu dirinya menghadiahi KPU dan Bawaslu dokumen C1 dan DA serta meminta perhitungan ulang di beberapa kecamatan.
Terlihat bahwa saksi Partai Ummat berusaha menjadikan euforia rekapitulasi dan pencermatan ala tingkat kecamatan untuk dibawa ke rekapitulasi tingkat Kota Surabaya.
Heru MAKI, Ketua MAKI Jatim dan beberapa pengurus MAKI Jatim yang datang ke lokasi rapat pleno rekapitulasi suara di kantor KPU Surabaya juga menyatakan keheranannya atas aksi protes dan keberatan heroik dari saksi Partai Ummat untuk KPU Surabaya tersebut.
Baca Juga: MAKI Jatim 'MENCIUM' Manuver Bawaslu Surabaya di Pemilu Jawa Timur
" MAKI bukan partai politik, kami kesini (kantor KPU Surabaya) hanya karena terpanggil untuk mrngawal proses demokrasi terutama di Kota Surabaya,Ibukota Propinsi Jawa Timur,” jelas Heru MAKI.
" Pada saat saya datang, saya nelihat adanya aksi protes keras dari Partai Ummat Kota Surabaya, kemudian saya tanya kepada rekan rekan saksi Partai, apakah ada potensi bahwa partai Ummat kehilangan suara banyak di Surabaya?” tanya Heru MAKI.