pemilu

Ngantuk Selesaikan Tungsura, Petugas KPPS Kecelakaan dan Meninggal

Sabtu, 17 Februari 2024 | 00:37 WIB
Sebuah karangan bunga solidaritas PTPS Kelurahan Kedungdoro jajaran Panwascam Tegalsari. (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Jodoh, Rejeki dan Maut, hanya Tuhan yang tahu. Usai menuntaskan penghitungan suara (Tungsura) Pemilu 2024 di TPS 43 Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Imnesti Aufa Emnistya (22) meninggal dunia akibat kecelakaan sewaktu perjalanan berangkat kerja.  

 

Dari keterangan yang dihimpun, korban mengantuk saat berkendara. Bahkan, orang tua korban sempat menyuruh memakai jasa ojek online. Kejadian ini dibenarkan anggota Panwascam Tegalsari, Hari Agung.

“Petugas KPPS 43 Kelurahan Kedungdoro meninggal dunia akibat kecelakaan berangkat kerja. Itu setelah korban menyelesaikan tugasnya hingga pukul 5 pagi kemudian lanjut pukul 7 berangkat kerja. Saat berkendara tersebut korban alami kecelakaan lalu meninggal di tempat. Infonya karena ngantuk,” terang Hari Agung, Jumat (16/2).

Baca Juga: Jelang Coblosan Pemilu, Satgas PDIP Surabaya dan Kader Banteng Berjaga bersama Rakyat

Panwascam Tegalsari berharap kejadian ini mendapat atensi dari KPU Surabaya maupun pemerintah. Sebab berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-647/MK.02/2022, ada alokasi santunan bagi KPPS yang meninggal dunia saat bertugas di Pemilu 2024.

Dalam surat Menkeu tersebut, santunan yang diberikan untuk KPPS yang meninggal dunia sebanyak Rp36 juta + bantuan biaya pemakaman Rp10 juta.

“Semoga ada perhatian dari KPU Surabaya terhadap keluarga korban. Kita mendorong KPU untuk memberikan santunan kepada keluarga korban,” harap Agung.

Baca Juga: Kampanyekan Capres Lain, Edi Santoso Terancam Sanksi Tegas

Selain di Kedungdoro, petugas KPPS juga ada yang meninggal dunia di Ngagel Rejo. Joko Budiono, ketua KPPS TPS 42 Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, dikabarkan meninggal pada hari Jumat (16/2) sekitar pukul 08.15 di RSUD Dr Soetomo.

“Iya benar, informasi yang kami dapatkan karena kecapekan pasca penghitungan suara di TPS. Lalu korban dibawa ke rumah sakit dan telah mendapat perawatan intensif,” terang Achmad Muzakky, ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wonokromo.

“Semoga almarhum Diampuni segala kekhilafannya dan diterima di surga Allah SWT,” sambungnya.

Baca Juga: Menarik! 3 Caleg beda Partai dalam Satu Amplop. 'Diduga Money Politik'

Sementara itu, di Kelurahan Wonokusumo juga terdapat petugas KPPS yang dikabarkan meninggal dunia akibat kelelahan. Namun kabar ini masih dilakukan kroscek oleh penyelenggara pemilu, LPMK, dan pengurus kelurahan maupun kecamatan.

Halaman:

Tags

Terkini

KPU SURABAYA AJAK WARGA MENCOBLOS DI PILKADA 2024

Minggu, 24 November 2024 | 20:09 WIB

Bawaslu Surabaya Identifikasi 1.156 TPS Rawan

Minggu, 24 November 2024 | 17:26 WIB