Jakarta NAWACITAPOST - Sejumlah kiai dan nyai dari berbagai pondok pesantren di Indonesia menyatakan dukungan mereka kepada Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.
Dalam pertemuan yang berlangsung, mereka menyampaikan keyakinan bahwa keislaman yang diusung oleh Ganjar Pranowo mampu beriringan dengan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang beraneka ragam.
"Sehingga keislaman kita hari ini adalah keislaman yang bisa untuk beriringan dengan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa, yang berjumlah 700 suku bangsa Indonesia, dengan 1.400 bahasa, dipisahkan oleh pulau-pulau kebangsaan kita ini untuk tetap dijaga dan diangkat martabatnya di atas penjuru dunia ini," tegas salah seorang kiai.
Dikutip dari portal resmi DPD PDIP JATIM, Mereka menyoroti pentingnya menjaga keberagaman Indonesia, termasuk 700 suku bangsa dan 1.400 bahasa, serta memastikan bahwa nilai-nilai keislaman yang dianut dapat bersinergi dengan tradisi dan budaya yang kaya di Indonesia.
Kiai Imaduddin, salah satu tokoh agama yang hadir, menyampaikan harapannya agar Ganjar Pranowo, jika terpilih sebagai presiden, dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Indonesia sehingga dapat sejajar bahkan lebih dari masyarakat dunia lainnya.
Di samping itu, beberapa kiai juga menitipkan permasalahan terkait makam para Wali Songo. Mereka menyoroti kondisi tanah makam Wali Songo yang seringkali diserobot oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Di antaranya, kita menitipkan kepada Bapak Ganjar, masalah makam-makam para wali sembilan itu agar tanah-tanahnya rapi semuanya karena beberapa banyak tanah-tanah dari wali sembilan itu telah diserobot oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ungkap salah satu kiai.
Dukungan ini diungkapkan secara terang-terangan oleh beberapa kiai dan nyai yang hadir dalam pertemuan tersebut, dengan keyakinan bahwa Ganjar Pranowo dapat menjadi pemimpin yang mampu memajukan Indonesia secara keseluruhan.
Berikut daftar kiai dan nyai yang bertemu Ganjar kemarin:
- KH. Syarief Rahmat. MA – Pondok Pesantren Ummul quro-Padasuka, Tangsel, Banten
- KH. Nur Hasan – Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan
- KH. Hamid – Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan
- KH. Imaduddin Ustman. MA – Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Cempaka Banten
- KH. Muhammad Abbas – Pondok Pesantren Buntet Cirebon
- KH. Gus Fuad Plered Yogya – Pondok Pesantren Raudhatul Fatihah
- Tb. Moggi Nurfadhil – Rabithah Babad Kesultanan Banten
- KRT. Faqih Wirahadiningrat – Tumenggung Kasunanan Pakubuwono Surakarta
- KH. Yusuf Mubarok – Pondok Pesantren TQN Al Mubarok 1 Banten
- Gus Jazuli – Pondok Pesantren TQN Al Mubarok 2, Banten
- Kyai Syarif Tegal – Laskar Sabilillah
- Gus Irfan Wesi – Padasuka
- KH. Mbah Muhfidz – Penasehat Alap-alap Mataram
- Gus Harun. Laskar Raja Wali Nusantara
- KH. Zabidi – Naqobah Ansab Aulia Tis’ah
- Ki Alun – Pondok Pesantren Petir, Banten
- KH. Ali Taba – Balai Adat Keariaan Tangerang
- KH. Mohammad Abdul Mujib – Pondok Pesantren Assa’adah, Depok
- Gus Rozak – Laskar Mataram raya
- KH. Suraji – Pondok Pesantren I’jazul Qur’an
- KH. Uqid – Panglima Laskar, Mataram Raya
- Nyai Hj. Luluk – Pondok Pesantren Manzilum Ulum kaliwungu, Kudus
- Nyai Hj. Qudsiyah – Pondok Pesantren Sabilum Ulum Mayong, Jepara
- KH. Maksum Fathoni Pondok Pesantren Mansyaul huda Bagorejo, Blora
(BNW)