NAWACITAPOST.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menggelar simulasi pemungutan suara Pemilu 2024 pada Senin (18/12) di KPU Pulomas, Jakarta Timur.
Simulasi ini dilakukan untuk membuat video simulasi bagi bimbingan teknologi (bimtek) Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sudah terstandarisasi.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU DKI, Dody Wijaya, mengatakan bahwa simulasi ini juga dilakukan untuk menghindari terjadinya jumlah invalid vote yang cukup besar pada Pemilu 2019.
Baca Juga: RPH Surabaya siapkan 5 ton daging kulineran Nataru disertai diskon
"Yang pertama diharapkan menjadi video simulasi bagi bimtek KPPS, karena kita perlu video bimtek yang sudah terstandarisasi. Yang kedua pada pemilu 2019 terdapat lebih kurang 800.000 surat suara DPD yang tidak sah dan 540.000 pemilih DPR dan DPRD di DKI Jakarta yang tidak sah artinya itu jumlah invalid vote yang cukup besar," ujar Dody.
Dody menjelaskan bahwa simulasi ini mencakup beberapa tahapan, dimulai dari pra pemungutan suara sampai terkait penggunaan sirekap yang memiliki pembaharuan dari Pemilu 2019.
"Yang pertama dimulai dari pra pemungutan suara, kedua persiapan pemungutan suara, ketiga pelaksanaan pemungutan suara, keempat pelaksanaan penghitungan suara. Dan terakhir penggunaan sirekap untuk pemilu 2024," sambungnya.
Baca Juga: Banyak persoalan, UMKM Jembatan Suroboyo resah
Lebih lanjut, Dody memperingatkan untuk terus meningkatkan sosialisasi terhadap kampanye pemilu. Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah tingkat suara yang tidak sah.
"Kami mengharapkan pemilih mengenali siapa kandidat yang akan mereka pilih sehingga ada kedekatan antara pemilih dan kandidat. Kalo sudah punya pilihan, tata cara penggunaan hak pilih akan menjadi solusi supaya tidak salah mencoblos," ujarnya.
Dody berharap simulasi ini dapat memberikan gambaran yang jelas kepada KPPS dan masyarakat tentang bagaimana proses pemungutan suara pada Pemilu 2024.