NAWACITApost.com - Denny JA dan Burhanudin Muhtadi apalagi M Qodari itu kelihatannya sudah menjadi konsultan politiknya Prabowo dan Jokowi. Jadi mereka kelihatannya bisa seenaknya menaikkan elektabilitas Prabowo-Gibran di berbagai release surveinya. Kalau tidak demikian, maka Denny JA dan Burhanudin Muhtadi apalagi M Qodari bisa-bisa, ssstttt… dilempar asbak.
Kalau tidak percaya silakan lihat tanda-tandanya, khususnya Denny JA, jauh sebelum dideklarasikannya Gibran Rakabuming sebagai cawapres. Denny JA selalu mengkampanyekan terus menerus tentang kemungkinan munculnya pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran.
Bahkan anehnya, Denny JA saat itu sudah memberitahu kita soal kemungkinan Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan Judicial Review oleh pemohonnya, soal batas minimum usia capres-cawapres. Ini ruaaarrr biasa. Kalau Bambang Pacul baru tahu hanya beberapa hari sebelum keputusan, kalau Denny JA taunya jauh lebih dulu dan dapat terlihat dari bagaimana ia menggiring opini melalui survei-surveinya. Dari sinilah Drama Politik itu dimulai dan sudah terbaca oleh saya bagaimana skenarionya.
Tapi ya biarlah, sebagai lawyer yang terbiasa menangani kasus saya selalu teringat adanya adagium di kalangan lawyer, "Kejahatan tidak pernah sempurna". Karenanya, sebagus apapun skenario dari drama politik yang memuakkan ini, suatu ketika akan terbongkar jua. Dan nyatanya Ketua MKMK menyatakan ada intervensi dari Keputusan MK No.90/2023 tersebut!
Sekarang begini saja, kalau ingin melihat hasil survei capres-cawapres 2024 yang lebih obyektif, silakan lihat saja hasil surveinya Saiful Mujani (SMRC) dan Yunarto Wijaya (Charta Politika) Ganjar-Mahfud lebih unggul dari Prabowo-Gibran. Sedangkan Litbang Kompas biasanya elektabilitas Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud selalu bersaing ketat. Keduanya kadang naik kadang turun, kadang teratas kadang di bawahnya.
Yang saya sesalkan itu, setelah release hasil surveinya, Yunarto Wijaya dan keluarganya diteror habis-habisan. Katakanlah diteror oleh Genderuwo agar tidak ada yang tersinggung, hingga ia pamit dari aktivitasnya di medsos. Kasihan sekali bukan, orang berusaha melakukan survei secara jujur dan jernih malah diteror.
Sudahlah, pokoknya begini saja, di negeri ini ada orang-orang yang hobinya menulis, seperti saya (SHE), Gus Islah Bahrawi, Denny Siregar dll. Namun ada juga orang yang hobinya nyapres. Yang terakhir itu bisa kalian sebutkan sendiri siapa orangnya. (SHE).