NAWACITApost.com – Pria berdarah kawanua ini dalam dunia aktivis dan demokrasi tak asing baginya. Sebelum menjadi ketua wasit atau ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat. Pernah menjadi Panwascam tahun 1999 dan Ketua Panwaslu Kota Manado Tahun 2008-2011 saat itu dipimpin oleh Ketua Bawaslu RI pertama, Bapak Nur Hidayat Sardini kemudian di lanjutkan dengan Bapak Bambang Eka Cahya Widodo tahun 2011-2012. Selanjutnya yang bersangkutan terlibat terus di kepemiluan hingga memimpin organisasi pemantau pemilu tingkat Nasional di Jakarta.
Tepatnya 19 Agustus 2023 Christian Nelson Pangkey biasa disapa Sony Pangkey, ikut seleksi Bawaslu Kabupaten/Kota, dan Kota yang dipilih Jakarta Pusat (sesuai dengan KTP yang bersangkutan).
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menyerahkan 10 piagam terbaik (termasuk Christian Nelson Pangkey) dari ratusan peserta di acara pengglembengan yang diadakan Bawaslu pusat, di Bogor, September 2023. Foto : Publikasi dan pemberitaan Bawaslu.
Bukan hanya itu saja, saat ikut penggemblengan yang diadakan Bawaslu pusat. Sony berhasil meraih 10 terbaik dari ratusan anggota bawaslu seluruh Indonesia, dalam penguatan Kompetensi Bawaslu yang dihelat pada awal September 2023, di kota Bogor.
Menjalin dengan siapa saja, tanpa memandang status menjadi ciri khas pria lulusan Universitas Sam Ratulangi Manado.
Kini, ia dipercaya sebagai nakhoda Bawaslu Jakarta Pusat dengan tanggung jawab terhadap 3.129 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kawasan yang kini masih menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia.
Kawasan yang diemban Sony dan 4 rekannya, bukanlah tempat biasa-biasa saja. Sebut saja, kawasan Menteng, keluarga Presiden RI ke-2 Soeharto, dan gedung-gedung pemerintahan serta apartemen mewah bisa dijadikan TPS.
Bahkan, Istana Negara, Istana Wakil Presiden dan Kantor Gubernur termasuk wilayah Bawaslu Jakarta Pusat.