NAWACITAPOST.COM — Ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, dipastikan akan terus menggetarkan Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga beberapa tahun mendatang.
Penyelenggara kejuaraan, Dorna Sports, secara terbuka menyampaikan komitmennya untuk mempertahankan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah utama setidaknya hingga tahun 2031.
Sinyal kuat masa depan Grand Prix di Tanah Air tersebut disampaikan langsung oleh Deputy CEO Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, saat memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers di Media Center Sirkuit Mandalika, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Legalisasi Industri Hasil Tembakau, Bea Cukai Malang Resmi Terbitkan NPPBKC CV Barakah Putra Jaya
Penjelasan ini sekaligus memberikan gambaran gamblang mengenai arah kemitraan strategis jangka panjang antara penyelenggara MotoGP dan Indonesia.
“Kami memiliki kesepakatan 5 plus 5 tahun dengan pemerintah Indonesia, dan kami berencana tetap berada di sini setidaknya hingga 2031,” tegas Carlos Ezpeleta.
Pernyataan menggelegar tersebut mengacu pada skema kerja sama lima tahun pertama yang dilengkapi opsi perpanjangan lima tahun berikutnya.
Kendati demikian, rincian detail klausul kontrak dan mekanisme teknis perpanjangannya tetap merujuk pada dokumen resmi serta pengumuman lanjutan dari pihak terkait.
Peran Vital Mandalika di Panggung Dunia
Kehadiran Pertamina Mandalika International Circuit di panggung balap internasional membawa dampak jauh melampaui raungan mesin di lintasan.
Sejak debut resminya pada kalender kejuaraan musim 2022, sirkuit yang membentang di kawasan pariwisata eksotis Lombok Tengah ini telah menjadi etalase strategis Indonesia dalam memikat mata dunia.
Komitmen panjang yang ditegaskan Ezpeleta menjadi bukti nyata betapa krusialnya posisi Mandalika bagi ekosistem MotoGP.
Walau demikian, komitmen jangka panjang ini tetap berjalan beriringan dengan pengumuman resmi kalender balap tahunan yang dirilis secara berkala oleh pihak kejuaraan.
Menjaga Asa dan Efek Domino Ekonomi
Bagi Indonesia, kepastian keberlanjutan ajang megah ini berpotensi besar merawat konsistensi eksposur pariwisata internasional sekaligus memacu dampak ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Baca Juga: Drama di Laut Muara Tami: Bea Cukai Jayapura Gagalkan Penyelundupan Amunisi dan Rokok Ilegal
Namun, konsistensi ini juga menuntut sinergi dan koordinasi solid antara pengelola sirkuit, pemerintah, serta pemegang hak komersial MotoGP.
Pernyataan tegas Carlos Ezpeleta menjadi angin segar dan sinyal positif bagi masa depan Grand Prix Indonesia.
Dengan komitmen kuat yang telah terpatri, Mandalika berpeluang besar untuk terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu panggung megah utama balap motor dunia dalam rentang waktu yang panjang.