Kamis, 4 Juni 2026

Presiden Jokowi Bersyukur Indonesia Tidak Kena Sanksi FIFA

Photo Author
safrianasyahra, Nawacita Post
- Minggu, 9 Oktober 2022 | 12:44 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta
Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur Indonesia tidak dijatuhi sanksi oleh FIFA setelah Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan banyak orang. Jokowi menyatakan pemerintah dan FIFA bakal bekerja sama memperbaiki sepakbola RI agar tragedi serupa tak terulang.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sampaikan Ucapan Duka Cita Tragedi Sepak Bola di Kanjuruhan Malang Jawa Timur 

Tragedi Kanjuruhan terjadi seusai laga Arema FC versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Seusai pertandingan, sejumlah penonton masuk ke lapangan. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Akibatnya, penonton yang berada di tribun dan lapangan berhamburan mencoba menghindari gas air mata. Para penonton berdesakan hingga menyebabkan 131 orang tewas.

Tragedi Kanjuruhan ini menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu poin dalam surat dari FIFA yang diterima oleh Presiden Joko Widodo sebagai tindak lanjut pembicaraan per telepon Presiden Jokowi dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada 3 Oktober 2022 lalu.

Selain itu, dalam surat tersebut juga disampaikan bahwa sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA terkait tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Berdasarkan surat tersebut, alhamdulillah sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” imbuh Presiden Jokowi.

Selanjutnya,Jokowi juga memaparkan bahwa akan dilakukan langkah-langkah kolaborasi antara FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan pemerintah Indonesia untuk:

(1) membangun standar keamanan stadion di seluruh stadion yang ada di Indonesia;
(2) memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional;
(3) melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan saran dan masukan serta komitmen bersama;
(4) mengatur jadwal pertandingan yang memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada; serta
(5) menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.

Di akhir pernyataannya, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat. “Nanti, Presiden FIFA akan datang ke Indonesia pada Oktober atau November untuk berdiskusi dengan pemerintah,” tandasnya.

Editor: safrianasyahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini