nasional

Proyek S TikTok Dinilai Rugikan UMKM

Jumat, 14 Juli 2023 | 16:35 WIB

NAWACITApost.com - Anggota DPR RI Amin Ak menilai Proyek S TikTok dapat merugikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Padahal, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang berkontribusi pada 60,3% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Namun, UMKM memerlukan pendampingan, penguatan dan proteksi dari gempuran produk impor khususnya dengan adanya ancaman dan tantangan baru mengenai Proyek S,” ujarnya, dikutip Jumat (14/7/2023).

Proyek S yang dikeluarkan oleh TikTok melalui fitur TikTok Shop menjadi pertaruhan bagi pasar Indonesia karena persoalan regulasi yang belum jelas dan dianggap merugikan UMKM. "Proyek S ini sulit dikenakan regulasi. Hal pertama melalui regulasi e-commerce akan dianggap sebagai media sosial. Di sisi lain, UU ITE juga sulit untuk menjangkau proyek ini karena merupakan fitur e-commerce,” tuturnya.

Politisi PKS ini mendesak Pemerintah untuk memberikan perhatian serius bagi persoalan ini. "Saya meminta keseriusan Pemerintah dalam membina, mendampingi dan memberikan pelatihan bagi UMKM untuk meningkatkan kemampuan inovasi dan teknologi pemasaran. Hal lain ditujukan agar UMKM dapat mengakses pasar e-commerce yang lebih luas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan, ada bisnis lintas batas atau cross border di TikTok Shop Indonesia melalui proyek S TikTok Shop. Meskipun mereka menjamin produk yang dijual bukanlah produk impor, tetapi semua pelaku e-commerce tidak bisa memisahkan mana produk UMKM mana produk impor.

"Yang mereka bisa pastikan hanyalah bahwa yang menjual secara online adalah UMKM, tetapi mereka tidak bisa memastikan produknya. Jadi, jangan bohongi saya," kata Menkop UKM di Kantor Kemenkop UKM di Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Menurut dia, Pemerintah turut menyoroti fenomena proyek S TikTok Shop di Inggris akan merugikan pelaku UMKM jika diperkenalkan di Indonesia. Sebab, Proyek S TikTok Shop dicurigai sebagai cara bagi perusahaan untuk mengumpulkan data produk yang laris di suatu negara, yang kemudian akan diproduksi di China.

Tags

Terkini