Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Bukan kali ini saja, Majalah Tempo memframing kepada dua presiden di era reformasi. Presiden Jokowi pernah digambarkan dengan wajah dan hidungnya mirip boneka Pinokio.
Baca Juga : Kepala BRIN Sambut Hangat Pelantikan Dewan Pengarah
Kini, majalah tempo memframing, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputeri, sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ruangannya menelan biaya 6, 1 miliar rupiah.
Padahal biaya sebesar itu, untuk ruangan 10 dewan pengarah, 12 staf pendukung, plus ruangan rapat pleno dan ruangan rapat-rapat kecil. Yang mana, selama 7 bulan, sejak dilantik, ruangan 25 ruangan, ditambah ruangan rapat-rapat lainnya belum ada, selama 7 bulan itu menggunakan para pejabat eselon 1.
Sebelum BRIN merenovasi sebanyak hampir 30 ruangan itu, adalah bekas kantor BPPT, sejak zaman Presiden Habibie. Di kantor BPPT itu, memang ada sejumlah ruangan serba lux laksana hotel berbintang 5, ada tempat tidur dan ruangan mewah lainnya.
Kini ruangan BPPT, dilantai 2 itu akan direnovasi untuk dijadikan kantor BRIN.
Pemberitaan majalah Tempo, terkait judul itu, tidak melakukan konfirmasi kepada pihak BRIN sebagai yang mempunyai otoritas penuh dan bisa dipertanggungjawabkan
Hal aneh dan patut diduga dicurigai, majalah Tempo, mungkin memberitakan yang terkesan tendensius, atau mungkin karena ditolak wawancaranya oleh pihak Presiden Jokowi dan pihak Presiden RI ke-5. Diduga juga, berita pesanan dari lawan politiknya PDIP, jelas salah satu netizen bernama Lidgardis Thien.
Namun, itu tak berlaku bagi rakyat cerdas dan berakal sehat. Belum itu kepada para pakar media, dan pelaku media lainnya.
Bahkan tulisan majalah Tempo, mengundang cibiran berbagai macam dari netizen, yang diungkapkan di chanel Youtube 2045 TV
Ahmad Sulvi Fafiru menyebut, seharusnya Tempo menanyakan dulu kepada pihak BRIN terkait isu renovasi BRIN dengan biaya Rp.6,1 miliar.
Nany 864, menyatakan media TEMPO,,tdk seperti TEMPO jaman dlu,,,TEMPO yang dulu rasional,,,TEMPO jaman Now rakusbayaran!!!,,semoga masyarakat makin cerdas menyerap infoberita dri media yg lbh akurat dan waras
Ngakan Ngakan, berkata, betapa lacur dan nistanya nurani mereka yg menulis berita hanya utk memenuhi kepentingan pribadi tanpa mengedepankan nilai yg obyektif maka yakinlah saatnya nanti akan menerima karma atas niat jahatnya itu yakinlah .
Yadi Suryadi.Lanjutkan 2045 TV untuk terus memberikan informasi yang Faktual dan Objektif.
jus jus, maju trs 2045tv.. terus lah bkin konten yg mendidik.. gilas media yg nyinyir.
Jhony Siregar, Sy bersyukur, IBU MEGA, masih mau bekerja/ mengabdi utk kemajuan NKRI, walau Umur beliau sdh Tua, BRAVO IBU MEGA, sehat Selalu Bu.
Ina Ina. Smg ibu mega dn keluarga di lindungi dn selalu di rahmati allah swt amin.
Greg TripleX, itu ibu mega seniornya pak jokowi loh. dia lah presiden ke 5 RI jauh sebelum jokowi muncul. jadi ya wajar lah kalo dia itu berpengaruh thd jokowi. dan sangat di hormati sama jokowi bukan sekedar ketua partai tapi sudah di anggap ibu nya sendiri, ya memang ibu ideologis nya jokowi yg terinsipirasi dari spiritnya seorang soekarno. jadi wajar lah dikasih peran aktif buat negara ini
Bill Oetomo, dulu sewaktu majalah tempo pertama muncul (sebagai majalah ala time), redaksinya sangat hebat akurat dan terbaru & berkwalitas....
tapi sekarang dengan berjalannya waktu, si tempo terpaksa nglungsungi (berganti kulit) menjadi si majalah ganjel silit... (sudah lumayan kalau kertasnya masih bisa di loak kan, utk recycle)
Lidgardis Thien. Media ini biasa bikin headline dan judul penuh sensasi. Mungkin sesuai pesanan lawan politik PDIP, yg memang penuh nyinyir kebencian.
Rondag Tsunomi. Sekarang harus selektif memilih media, tdk sedikit yg judul dan isinya ngaco. Media yg dalangnya para kadrun jg merajalela.
Hikman Sirait. Mungkin TEMPO sudah dipenuhi kaum KADRUN. Jadi wajar isi beritanya sampah dan gosip. Pos Kota masih jauh lebih baik dr Tempo
Phaa ree. Dewan pers seharusnya menindak tegas media seperti tempo yang suka membuat berita ngawur.
mila aj, Tempo dari dulu jahat apa lagi di era pemerintahan Pk jokiwi.
Tri Wibowo. Majalah tempo sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Sekarang sudah condong ke Kadrun. Puji-puji Anies tapi menjelekkan pemerintah, nyinyir g henti henti