nasional

Inovasi AIRGUARD Antar Angeline Zendrato ke Peringkat Ketiga Pelajar Pelopor Keselamatan 2024

Sabtu, 14 September 2024 | 07:25 WIB
Angeline Zendrato dari SMA Tunas Bangsa sukses meraih Juara III dalam Penganugerahan Insan Peduli Keselamatan Jalan. (X)

NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar Penganugerahan Insan Peduli Keselamatan Jalan. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan keselamatan jalan, dengan fokus utama pada edukasi generasi muda.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Irjen Pol Risyapudin Nursin, saat menutup acara Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2024 di Jakarta, menyampaikan keprihatinannya terkait tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. "Sebanyak 155.000 kecelakaan terjadi setiap tahunnya, dengan korban meninggal mencapai 27.895 jiwa. Angka ini sangat memprihatinkan," ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan di jalan serta mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk terlibat aktif dalam upaya ini. “Saya berharap para pelajar pelopor keselamatan bisa menjadi duta-duta keselamatan yang menyebarkan pesan penting ini ke masyarakat luas,” lanjut Risyapudin.

Kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan 2024 diikuti oleh 48 siswa yang berasal dari 24 provinsi di Indonesia. Para peserta mendapat pembekalan materi keselamatan lalu lintas dan mengikuti seleksi ketat yang dinilai oleh para juri yang ahli di bidang keselamatan jalan.

Baca Juga: KPK Tegaskan Tindak Lanjut Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi yang Libatkan Kaesang dan Bobby Nasution

Tim juri terdiri dari berbagai praktisi seperti Budi Hartanto Susilo dari Universitas Kristen Maranatha, Elly Andriani Sinaga dari IRSP, serta Rio Octaviano dan Gede Pasek Suardika.

Pemenang kategori teknologi berhasil memukau dengan inovasi-inovasi yang berpotensi meningkatkan keselamatan di jalan. M. Azzikra Al Buchori dari Provinsi Jambi meraih Juara I dengan karya tulis berjudul "Gamon Prototype: Inovasi Mobil Pintar Berbasis Sensor IoT dan Aplikasi Untuk Mencegah Terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas." Sementara Husein Ali Kulaba dari Maluku Utara meraih Juara II dengan ide "Smart Riding Tap to Start," yang mengusung konsep integrasi teknologi untuk meningkatkan keselamatan pengendara.

Selain kategori teknologi, penghargaan juga diberikan untuk kategori sosial budaya. Dwi Noptriana dari Sumatera Selatan meraih Juara I dengan karya tulisnya yang mengusulkan media interaktif bernama Esstrass untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang rambu lalu lintas. Diikuti oleh Nadiatul Husni dari Aceh, yang menciptakan website edukasi lalu lintas berbasis gamifikasi untuk anak usia dini.

Provinsi Kalimantan Barat, melalui perwakilannya, kembali meraih prestasi gemilang di ajang ini. Angeline Zendrato dari SMA Tunas Bangsa sukses meraih Juara III dengan karya tulis berjudul "AIRGUARD: Automated Infrastructure for Regulating Gaseous Urban Air and Road Discipline." Angeline mempresentasikan solusi inovatif untuk mengurangi emisi gas dan meningkatkan disiplin berkendara di perkotaan.

Baca Juga: Roy Suryo Ungkap Pemilik Jet Pribadi yang Dipakai Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu

Selain Angeline, Kalimantan Barat juga diwakili oleh Aleksandro Taras Talaga dari SMA Negeri 1 Ngabang, yang berhasil meraih peringkat ke-6 secara nasional. Tidak hanya itu, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat juga meraih Juara II Pembina Terbaik di tingkat nasional, menambah deretan prestasi provinsi ini yang telah konsisten berada di peringkat tiga besar sejak 2014.

Kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ 2024 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas serta mendorong terbentuknya generasi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap keselamatan jalan. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat berkurang signifikan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat menegaskan bahwa keselamatan di jalan harus menjadi tanggung jawab bersama. Dengan adanya duta-duta keselamatan dari kalangan pelajar, diharapkan pesan keselamatan dapat tersampaikan lebih luas dan efektif kepada masyarakat.

"Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. Mari kita jadikan keselamatan jalan sebagai budaya bersama demi masa depan yang lebih aman," tutup Risyapudin.

Halaman:

Tags

Terkini