NAWACITAPOST.COM - Lima emiten properti besar di Indonesia telah merilis kinerja prapenjualan mereka, pada semester I/2024. Emiten-emiten tersebut adalah PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA), dan PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON).
Berdasarkan laporan terbaru dari Stockbit, berikut adalah rincian kinerja mereka hingga akhir Juni 2024. PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) tampil sebagai pemimpin dalam hal prapenjualan properti pada semester pertama 2024.
Dengan total marketing sales mencapai Rp6,08 triliun, CTRA menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 19,05% secara tahunan (YoY). Angka ini 54,8% dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp11,1 triliun.
Selain itu, angka ini juga mengisyaratkan kemungkinan pencapaian rekor baru, setelah tahun lalu meraih Rp10,2 triliun. Presiden Direktur CTRA, Candra Ciputra, optimis bahwa kinerja ini akan terus mendukung pencapaian target yang ambisius.
Baca Juga: Daftar Kekayaan Ahok Setelah Mundur dari Pertamina, Punya Tanah di Mana-mana
Mengikuti jejak CTRA, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mencatatkan marketing sales sebesar Rp4,84 triliun. Pencapaian ini mengalami peningkatan moderat sebesar 1,1% YoY dan telah mencapai 51% dari target tahunan Rp9,5 triliun.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) mencatatkan kemajuan yang mengesankan dengan total prapenjualan mencapai Rp3,3 triliun. Ini mewakili 60% dari target tahunan Rp5,5 triliun.
PANI, yang dipimpin oleh Presiden Direktur Sugianto Kusuma (Aguan), memiliki lahan strategis seluas 1.607 hektar di PIK 2, yang memberikan potensi besar untuk mencapai target. Aguan menekankan komitmennya untuk mengejar tujuan jangka menengah dan panjang perusahaan.
PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) berada di posisi keempat dengan pencapaian marketing sales sebesar Rp1,72 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 6,6% YoY, tetapi baru mencapai 34,4% dari target tahunan Rp5 triliun. Meskipun tumbuh, SMRA menghadapi tantangan dengan berkurangnya insentif PPN DTP, yang merupakan faktor signifikan dalam kontribusi penjualannya.
Baca Juga: Profil Ismail Haniyeh, Tokoh Kunci Hamas yang Gugur di Iran
Sementara itu, PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mencatatkan marketing sales sebesar Rp771 miliar, meningkat 28,5% YoY dan mencapai 51,4% dari target tahunan Rp1,5 triliun. PWON juga menunjukkan perbaikan yang signifikan dan diharapkan dapat terus menguat seiring berjalannya waktu.
Sebagian besar pencapaian prapenjualan pada semester pertama 2024 didorong oleh insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP), yang berlaku sejak November 2023 hingga Desember 2024. Insentif ini memberikan penghapusan 100% PPN untuk pembelian rumah hingga harga maksimum Rp5 miliar hingga Juni 2024, dengan subsidi yang berkurang menjadi 50% untuk paruh kedua tahun ini.