nasional

Asosiasi Catat Asuransi Properti Tumbuh Pesat

Senin, 24 Juni 2024 | 14:36 WIB
Ilustrasi rumah. (Pixabay)

NAWACITAPOST.COM - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, industri asuransi properti menunjukkan kinerja yang mengesankan pada kuartal I 2024. Dengan premi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 9,59 triliun pada kuartal I, angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi asuransi properti terhadap total premi asuransi umum meningkat menjadi 29,3% dari sebelumnya 24,5%. Selain lonjakan premi, klaim asuransi properti selama Januari hingga Maret 2024 justru menurun 10,2% menjadi Rp 1,68 triliun.

Penurunan ini membuat rasio klaim asuransi properti terjun bebas dari 29% menjadi hanya 17%. Tren positif ini memberikan keuntungan signifikan bagi perusahaan asuransi properti, yang akan memperkuat fondasi bisnis mereka.

Salah satu faktor pendorong utama adalah kenaikan harga sewa properti komersial pada awal tahun. Selain itu, indeks harga properti residensial yang menguat menjadi 1,89% pada kuartal I 2024 dari 1,74% pada triwulan sebelumnya, juga memberikan kontribusi signifikan.

Baca Juga: CitraLand City Samarinda, Hunian Modern dengan Konsep A New Dimension of Living

Penjualan properti residensial yang tumbuh 31,16% secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya 3,37%, turut mendongkrak kinerja bisnis asuransi properti. Perusahaan asuransi seperti PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) merasakan dampak positif dari pertumbuhan ini.

Mega Insurance mencatatkan kenaikan premi sebesar 60% hingga Mei 2024, menjadi Rp 138 miliar. Mereka menerapkan strategi seleksi risiko, perluasan segmentasi pemasaran, dan kerjasama dengan bank untuk produk asuransi rumah tinggal.

"Salah satu pendorong pertumbuhan tersebut adalah kerja sama dengan bank untuk produk asuransi rumah tinggal dan perluasan segmentasi pemasaran," ujar Presiden Direktur Mega Insurance Tomy Ferdiansah.

Dengan strategi yang tepat dan kondisi pasar yang mendukung, prospek bisnis asuransi properti diyakini akan tetap cerah hingga akhir tahun. Mega Insurance menargetkan premi lini usaha properti sebesar Rp 295 miliar sepanjang tahun 2024, naik lebih dari 35% yoy. Tugu Insurance juga membidik pertumbuhan premi asuransi properti sebesar 7,5% yoy.

Baca Juga: KSO PT KVP dan APP Hadirkan Andava Aparthouse: Investasi Properti Menarik di Jantung Jakarta

Sementara itu, Tugu Insurance melaporkan premi asuransi properti mencapai Rp 1,1 triliun hingga Mei, meningkat 119% yoy. Perusahaan ini berencana untuk terus mengoptimalkan captive business di sektor andalan dan melakukan penetrasi non-captive business melalui pembangunan kanal distribusi baru.

"Pencapaian produksi premi di lini bisnis asuransi harta benda melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan," ujar Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Tatang Nurhidayat.

Kesuksesan ini menunjukkan bahwa bisnis asuransi properti terus berkembang dengan kuat, memberikan peluang investasi yang menjanjikan bagi para pemangku kepentingan. Dengan dukungan infrastruktur dan strategi pemasaran yang tepat, industri ini diharapkan akan terus tumbuh dan menjadi pilar penting dalam sektor asuransi umum di Indonesia.

Tags

Terkini