NAWACITAPOST.COM - Bacelius Ruru adalah sosok yang tak asing lagi dalam dunia pasar modal dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Kariernya yang panjang dan penuh prestasi telah membawanya ke berbagai posisi kunci dalam sektor keuangan dan pemerintahan, menjadikannya figur sentral dalam perkembangan ekonomi Indonesia.
Ia lahir di Desa Kakaskasen, Tomohon, Sulawesi Utara, pada 14 Juni 1948 silam. Bacelius Ruru menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan meraih gelar sarjana hukum pada tahun 1975.
Kecintaannya pada dunia hukum membawanya ke Harvard Law School, Amerika Serikat. Ia mendapatkan gelar LL.M. dengan fokus pada Korporasi, Perdagangan Internasional, dan Investasi Asing pada tahun 1981.
Bacelius memulai kariernya di Departemen Keuangan Republik Indonesia, dengan menempati berbagai posisi strategis. Sebagai Kepala Sub Direktorat Asuransi Jiwa & Asuransi Sosial di Direktorat Lembaga Keuangan Ditjen Moneter (1983-1984), ia memainkan peran penting dalam pengawasan dan pengembangan sektor asuransi di Indonesia.
Baca Juga: Eki Pitung: Dari Pejuang Rakyat Hingga Penggiat Budaya yang Mendunia
Kariernya terus menanjak, dengan posisi seperti Kepala Sub Direktorat Hukum Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kepala Biro Hukum dan Humas. Hal ini menunjukkan kepiawaiannya dalam mengelola aspek hukum dan komunikasi di sektor keuangan.
Prestasi Bacelius semakin bersinar saat menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dari tahun 1993 hingga 1995. Dalam perannya ini, ia bertanggung jawab atas pengawasan pasar modal di Indonesia, memastikan integritas dan transparansi dalam transaksi pasar modal yang vital bagi perekonomian negara.
Di Kementerian BUMN, Bacelius terus menunjukkan kemampuannya sebagai pemimpin. Menjabat berbagai posisi penting, termasuk Asisten Menteri dan Deputi di berbagai bidang, ia berkontribusi dalam pengembangan dan pengawasan BUMN. Sebagai Sekretaris Kementerian BUMN (2001-2004), Bacelius terlibat langsung dalam pengelolaan dan restrukturisasi BUMN, yang berdampak signifikan pada efisiensi dan profitabilitas perusahaan-perusahaan tersebut.
Bacelius juga dikenal dalam lingkup pasar modal Indonesia. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bursa Efek Indonesia (2001-2008), dan berperan sebagai Ketua Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI) sejak 2007. Kepemimpinannya membantu membangun fondasi kuat bagi pasar modal Indonesia yang lebih modern dan transparan.
Pada tahun 2019, Bacelius Ruru ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), menggantikan Cosmas Batubara yang meninggal dunia. Penunjukan ini menunjukkan kepercayaan pemegang saham terhadap kemampuan Ruru dalam memimpin dan mengarahkan perusahaan menuju masa depan yang lebih baik.
Dalam peran barunya ini, ia berkomitmen untuk membawa APLN menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan inovatif. Bacelius Ruru tidak hanya dikenal karena jabatannya, tetapi juga karena dedikasinya terhadap profesionalisme dan integritas.
Sebagai Komisaris di berbagai perusahaan terbuka, seperti PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA), ia selalu menekankan pentingnya transparansi dan tata kelola yang baik. Pengalamannya yang luas dan pemahamannya yang mendalam tentang pasar modal dan BUMN membuatnya menjadi figur yang dihormati dan diandalkan.
Bacelius Ruru adalah contoh nyata dari pemimpin yang berdedikasi dan berprestasi. Dari kariernya di Departemen Keuangan, Kementerian BUMN, hingga pasar modal, ia telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi Indonesia.