Baca Juga : SBY The King of Mangkrak ?
Namun, hal itu nampaknya tidak dilakukan oleh Demokrat dengan dalang utama penghuni utama Cikeas. Yang ada, putra mahkota level dua Cikeas, Ibas menyebut negara gagal yang dipimpin Jokowi.
Tak cukup sampai disitu, petinggi Demokrat, Andi Arief mengatakan bahwa Jokowi seperti bebek lemah. Hal yang sama dilontarkan Rachlan Nashidik dengan mengatakan Pemerintahan Jokowi meretes akun media sosial milik BEM UI. Padahal, Rachlan sendiri yang mungkin pernah ikut meretes akun media sosial orang lain yang menyerang Demokrat. Begitu penuturan aktivis media sosial, Denny Siregar dalam chanel Youtube Cokro TV dengan acara TIME LINE, belum lama berselang.
Lanjut Denny, anak semata wayang pasangan AHY dan Anisa Pohan, Almira Tunggadewi Yudhoyono dengan alasan tugas sekolah,ikut menulis surat dalam bahasa Inggris yang intinya kenapa harus Loockdown ditujukan kepada pemerintahan Jokowi, pada Maret 2020. Bumbu kritik beraoroma politik kental dalam surat yang dibubat cucu SBY. Surat itu, selain direstui juga ada penambahan kalimat dari AHY.
Bahkan, AHY pada Mei 2020, saat hari buruh ikut menentang Omnibus law. Pokoknya, pasca kekalahan AHY di Pilkada Jakarta 2017, ditambah tak masuk jajaran kabinet Jokowi, serta rorongrongan sesama kader Demokrta kubu Moeldoko.
Hasilnya, kritik Demokrat - Cikeas semakin tak cerdas. Asal tuduh dan tak menunjukan data, apalagi memberikan solusi, lazimnya sebuah kritik konstruktif.
Yang jelas dan pasti. Ditengah Pandemi, kelompok Demokrat - Cikeas malah mencari keuntungan politik atas panderitaan rakyat.