nasional

9 Makanan Khas Indonesia dengan Nama Unik dan Jorok yang Mengundang Tawa

Kamis, 25 April 2024 | 13:34 WIB
Kuliner dengan nama jorok, Kupat Jembut asal Semarang, Jawa Tengah. (X)

NAWACITAPOST.COM - Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang terkenal sebagai gudangnya kuliner. Setiap kota dan kabupaten di wilayah ini memiliki makanan tradisional yang khas dan lezat.

Namun, yang membuatnya semakin menarik, beberapa makanan tersebut memiliki nama yang cukup unik, bahkan terkadang jorok. Ada sejumlah sebab musabab yang membuat makanan-makanan tersebut memiliki nama yang unik dan kadang kontroversial.

Menurut Heri Priyatmoko, seorang sejarawan asal Solo mengatakan, orang Jawa cenderung menggunakan nama yang sederhana dan terinspirasi dari lingkungan sekitarnya. Nama-nama unik ini kemudian disepakati secara kolektif oleh masyarakat setempat, dan menjadi populer sebagai nama umum hingga saat ini.

Penasaran apa saja kuliner dengan nama jorok? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

9 Kuliner dengan Nama Unik

Berikut adalah beberapa makanan khas Jawa Tengah dan DIY yang memiliki nama unik dan terkesan jorok:

Baca Juga: 5 Rekomendasi Nasi Goreng Nikmat di Yogyakarta, Jelajahi Kelezatan Budaya Kuliner yang Menggoda Selera 

1. Kontol Pesok

Kontol pesok adalah julukan roti manis yang dibentuk segi empat atau lonjong tebal dengan taburan wijen lalu digoreng kering. Nama ini terinspirasi dari bentuknya yang lonjong, menyerupai kelamin pria. Teksturnya yang lembut dan mudah pesok bila ditekan dengan jari membuat orang dulu menamai jajanan ini kontol pesok.

2. Jembut Kecabut

Meskipun namanya cukup jorok, jembut kecabut adalah minuman yang menyegarkan, yaitu es dawet hitam yang terkenal di Purworejo. Namanya berasal dari lokasi penjualannya di sebelah timur jembatan Butuh, yang membuatnya dikenal dengan sebutan es dawet Jembatan Butuh (Jembut) Kecamatan Butuh (Kecabut).

3. Turuk Bintul

Turuk bintul memiliki nama yang cukup unik karena terdiri dari kata 'turuk' yang merupakan sebutan untuk kemaluan perempuan dalam bahasa Jawa, dan 'bintul' yang berarti bengkak kecil. Jajanan ini berbentuk lonjong dengan taburan kacang tolo, seolah-olah terdapat bekas bintul atau bengkak kecil.

4. Kupat Jembut

Kupat jembut adalah makanan khas Kota Semarang yang hanya dibuat saat tradisi Syawalan. Nama ini berasal dari taoge yang keluar dari ketupat, menyerupai rambut kemaluan, sehingga diberi nama kupat jembut.

Halaman:

Tags

Terkini