nasional

Menko PMK : Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 Pertama Guru dan Dosen

Selasa, 29 September 2020 | 14:25 WIB
NAWACITAPOST- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa dosen dan guru akan menjadi salah satu prioritas penerima vaksin Covid-19 periode pertama yang diimpor dan atau diproduksi di Indonesia. Vaksin diprediksi sudah bisa didistribusikan paling cepat akhir 2020 atau awal 2021 dan akan diberikan kepada kurang lebih 147 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Dia mengatakan saat memberi kuliah umum secara virtual kepada Mahasiswa Universitas Negeri Malang, yang diakses melalui akun YouTube resmi UMY, Senin (28/09/2020). Para dosen, guru merupakan prioritas penerima vaksin pertama.

Dalam periode pertama vaksinasi ini tidak semua warga mendapat vaksin. Hanya saja,, kurang lebih dipastikan 147 juta warga akan diberi vaksin guna memberi kekebalan tubuh terhadap virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, China ini. Mahasiswa bersedia menjadi relawan dalam mendistribusikan vaksin ke berbagai daerah. Sebab dari 147 juta warga yang harus divaksin, mereka tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ketika vaksin kira-kira akhir tahun sudah datang, Indonesia sudah bisa mengimpor vaksin dan juga akan memproduksi vaksin dalam negeri, itu nanti juga relawannya para mahasiswa yang membantu proses vaksinasi.
Baca Juga : Ciri-ciri Vagina yang Sehat

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta jajaran untuk segera membuat perencanaan produksi vaksin virus corona. Jokowi ingin perencanaan vaksin dilakukan dalam waktu dua minggu ke depan. Ia meminta perencanaan itu disusun secara terperinci agar saat pelaksanaan dapat berjalan lancar. Melalui YouTube Sekretariat Presiden mengatakan. Untuk rencana vaksinasi, suntikan vaksin direncanakan detail seawal mungkin. Dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail.

Pemerintah saat ini tengah mengembangkan vaksin untuk menanggulangi wabah Covid-19 yang semakin memburuk di Indonesia. Pengembangan vaksin pemerintah ini dilakukan baik secara mandiri maupun kerja sama dengan negara lain. PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan perusahaan China, Sinovac dan masih menjalani uji coba tahap ketiga vaksin Covid-19. PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Secara mandiri, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin lewat LBME Eijkman

 

Terkini