nasional

Sumatera Blackout! Putusnya Jalur Transmisi Picu Kelumpuhan Listrik Massal dari Aceh Hingga Riau

Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:33 WIB

NAWACITAPOST.COM — Malam yang mencekam melanda bumi Sumatera. Jantung aktivitas di beberapa provinsi mendadak berhenti berdenyut setelah pemadaman listrik massal (blackout) skala besar melumpuhkan wilayah Sumatera Utara (Sumut), Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), hingga Riau pada Jumat (22/5/2026) malam.

Dunia digital terputus, lampu-lampu kota padam seketika, dan wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terlempar ke dalam kegelapan gulita.

Kronologi Petaka Kelistrikan: Transmisi 275 kV Lumpuh Total

Petaka ini bermula tepat pada pukul 18.44 WIB. Berdasarkan informasi resmi, sistem kelistrikan Sumbagut mengalami guncangan hebat yang dipicu oleh terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT).

Arjun Karim General Manager PLN UID Sumbar, mengungkapkan bahwa titik nadi masalah berada pada jalur transmisi krusial antar-wilayah.

"Terputus di Rumai–Muaro Bungo 275 kV. Untuk sekarang listrik padam karena ada permasalahan dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi," ujar Arjun Karim dalam keterangan resminya, Jumat malam.

Dampak Nyata: Dari Bisnis Kuliner hingga Skripsi yang Tertunda

Efek domino dari blackout ini langsung memukul berbagai sektor kehidupan masyarakat. Kota-kota besar yang biasanya gemerlap berubah drastis menjadi sunyi dan gelap.

  • Sektor UMKM: Ratusan coffee shop dan usaha kuliner yang sedang bersiap menyambut pelanggan di malam akhir pekan terpaksa gigit jari dan menghentikan operasional.
  • Akademis: Para mahasiswa yang sedang berkejaran dengan tenggat waktu skripsi mendadak panik karena perangkat kerja mereka mati total tanpa sempat menyimpan data.
  • Fasilitas Umum: Sinyal komunikasi seluler sempat timbul tenggelam, menambah kepanikan warga di tengah kegelapan.

Perjuangan Melawan Kegelapan: PLN Berpacu dengan Waktu

Menanggapi krisis ini, manajemen PLN langsung menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat terdampak. Tim teknis PLN langsung diterjunkan ke titik-titik krusial untuk melakukan recovery atau pemulihan secara bertahap.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Tim PLN sedang melakukan progress recovery," tambah Arjun.

Proses pemulihan total diprediksi memakan waktu sekitar 6 hingga 8 jam, sangat bergantung pada dinamika dan kondisi sistem di lapangan.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Setelah pemulihan sistem utama berhasil, PLN diproyeksikan akan melakukan perbaikan-perbaikan skala kecil secara berkala. Pemeliharaan lanjutan ini akan dilakukan secara selang-seling per kota atau per daerah, sesuai dengan manajemen taktis yang diatur oleh pihak PLN di wilayah masing-masing.

Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih terus bersiaga dan berpacu dengan waktu demi mengembalikan cahaya ke tanah Sumatera. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghemat daya cadangan baterai, dan bersabar menanti proses pemulihan selesai.(Rajesh)

Tags

Terkini