Jakarta, Nawacitapost - Polri pada prinsipnya selalu siap mendukung apa pun kebijakan yang ditempuh pemerintah, juga menyiapkan langkah-langkah bila ada pelebaran kebijakan pemerintah dalam mengatasi COVID-19
Demikian hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Idham Azis saat rapat teleconference dengan Komisi III DPR dan Kapolda seluruh Indonesia, Selasa (31/3).
Dikatakan Idham Aziz, Polri merupakan garda terdepan dalam penegakan hukum dan menjaga kamtibmas, maka dari itu Korps Bhayangkara sudah melakukan persiapan baik itu untuk personel maupun strateginya.
"Kami sadari, karena kami ada di depan kami harus siapkan betul anak-anak (prajurit Polri) kami untuk ini, termasuk strateginya. Setiap pagi kami siapkan mereka makan bubur kajang hijau, telor,” kata Idham.
Namun ditegaskan Kapolri, yang paling penting adalah 470 ribu personel Polri dalam keadaan sehat. Dia memastikan 2/3 dari jumlah personel Polri akan disiapkan baik itu untuk pengamanan maupun hal bersifat kontingensi.
“Termasuk apabila tetap akan ada mudik, karena 42 hari ke depan kita hadapi pengamanan Lebaran. Itu juga sudah kami siapkan. Kalau tiba-tiba ada perubahan kami sudah siapkan dengan rencana kontingensi,” ungkapnya.
Hal lain terkait Maklumat Kapolri, melakukan operasi terpusat dengan sandi Aman Nusa II Penanganan Covid-19 Tahun 2020, Korps Bhayangkara yang dipimpinnya juga telah mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.
"Mabes Polri sudah menyiapkan 200 personil Polri dadi empat batalyon baik dari Mabes Polri maupun dari seluruh Polda di Indonesia. Lengkap dengan APD dan peralatan untuk hal paling terburuk. Itu yang kami sebut Operasi Kontingen," lanjutnya.
Lebih lanjut ia pun menerangkan, Polri telah bekerja sama dengan TNI untuk menghadapi situasi tersebut. “Jadi, untuk menghadapi hal paling terburuk pun kami sudah menyiapkan,” imbuhnya.