nasional

Salam damai Kristus, Masyarakat Katolik Indonesia yang terkasih

Senin, 30 Maret 2020 | 10:54 WIB
Jakarta, Nawacitapost - Beriman dan berpasrah merupakan aktivitas orang beragama. Iman dan pasrah merupakan dua sisi kehidupan beragama. Agama selalu mengandaikan keyakinan kepada Tuhan dan diwujudkan dalam perilaku pasrah. Pasrah tidak bermaksud pasif, melainkan terus mencari dan menemukan hakikat kebaikan Tuhan dalam keseluruhan cara hidup manusia. Demikian tulisan ini disusun oleh Aloma Sarumaha, Plt. Dirjen Bimas Khatolik, Minggu (29/3) yang diunggah di situs Kemenag RI.

Lebih lanjut diterangkan aloma, bahwa dalam Injil Yohanes 11:1-45 (Bacaan Liturgi Minggu Prapaskah V 2020) dikatakan bila kita percaya, maka kita akan melihat kemuliaan Allah (ay. 40). Belajar dari iman Marta dan Maria kepada Yesus Kristus, kita pun dipanggil untuk percaya kepada Yesus Kristus yang selalu hadir di antara manusia dengan segala suka dukanya.

“Saat ini, bangsa kita  dan dunia sedang menghadapi tantangan berat yaitu merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Sebagai orang beriman, kita percaya bahwa  Yesus Kristus  akan mendengarkan doa kita,” tegasnya.

Oleh karena itu Plt. Dirjen Bimas Khatolik menjelaskan bahwa makna percaya atau beriman antara lain ketaatan atau kepatuhan kepada hal-hal yang membawa kebaikan dan keselamatan bagi banyak orang (bonum publicum). Misalnya kita taat pada panduan menjaga kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah dan pakar kesehatan antara lain, tinggal di rumah, menjaga physical distancing dan menjaga pola hidup sehat.

Baca lagi :Waspada Covid-19, Begini Panduan Pelayanan Pemberkatan Nikah dan Penguburan Jemaat Kristen

Lanjutnya, beriman juga mensyaratkan kebersamaan. Maka kata Aloma, solidaritas bersama menjadi penting dilakukan. Termasuk di dalamnya gerakan bersama seluruh umat beriman, tanpa membeda-bedakan siapa pun dia untuk membela kemanusiaan dengan mengikuti anjuran mengusahakan kebaikan bagi semua orang. Batasan-batasan yang dibuat, tidak bermaksud menghambat aktivitas manusia melainkan untuk mengondisikan agar gerakan bersama lebih bermakna dan berhasil.

Hal lain dikatakan Aloma, ada pepatah yang mengatakan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, dapat juga diartikan agar kita bersatu bergerak menjaga jarak fisik agar tidak runtuh terkena wabah Covid-19. Maka masyarakat Katolik bersama semua komponen bangsa, lintas agama, suku dan golongan termasuk aparatur negara, perlu melakukan gerakan bersama untuk saling mengingatkan dan  mengindahkan  dalam menjaga physical distancing demi keselamatan bersama.

Baca lagi :Tanggung Jawab Manusia Untuk Hidup Sehat

“Semoga dengan iman yang kita buktikan melalui ketaatan dan kepatuhan kepada semua yang membawa kebaikan bersama, cobaan berat seperti wabah Covid-19 ini segera berakhir. Amin.  Tuhan memberkati,” imbuhnya.

Terkini